Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Kamis, 14 April 2022 | 04:15 WIB
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat melakukan jumpa pers terkait meninggalnya UF (7) akibat dianiaya kakak angkatnya. [Suara.com/Ari Welianto]

Saat dicek paginya, jumlah uangnya itu sudah itu berkurang. Padahal uang itu belum digunakan sama sekali. 

"Saya belum pernah melihat langsung dia mengambil. Cuma dugaan dan itu benar. Benarnya karena nominal yang saya ingat sudah berkurang. Memang tidak pernah mengaku," ungkap dia.

Ia pun mengaku menyesal atas kejadian yang menyebabkan adiknya meninggal. "Iya menyesal," sambungnya.

Ia sebelumnya sudah memberitahu adiknya jangan pernah mengambil uang lagi. Sudah dibaik-baiki, kalau tidak mengambil uang lagi dan tidak nakal, tidak mencuri nanti bakal dikasih jajan banyak.

Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan Mengaku Kesal dengan Ade Armando

"Tapi karena tiap hari masih bohong akhirnya kena hukum," imbuh dia.

Saat masih kecil, lanjut FN, sering dipukul dan ditendang oleh bapaknya. Pernah diikat juga di pohon saat malam hari. 

FN, pun punya pesan untuk bapaknya. Seperti diketahui, jika ibu dan bapaknya sudah bercerai sudah beberapa tahun lalu.

"Tolong urusi anak-anak yang di rumah dan apa yang sudah ditetapkan oleh pengadilan segera dipenuhi dan itu belum dilakukan," ungkap dia. 

Sementara itu pelaku GS (24) mengatakan jika awalnya itu hanya untuk ancaman. Karena dari sang adik sudah diberi tahu untuk tidak mengulanginya lagi.

Baca Juga: 2 Tersangka Kasus Meninggalnya Bocah TK Asal Kartasura Korban Penganiayaan, Sudah Lakukan Berulang Kali

"Dek, kalau kamu mengulanginya lagi kesalahan yang sama walaupun itu ada aku atau tidak. Tapi kalau seandainya aku tahu jangan harap untuk tidak dipukul," terang DS.

Load More