Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 09 April 2022 | 16:47 WIB
Masjid Agung Surakarta akan memfasilitasi masyarakat yang akan menjalankan ibadah saat bulan ramadan tapi tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. [Suara.com/Ari Welianto]

Hal tersebut diketahui dari prasasti yang ada di dinding ruang utama masjid dan selesai sekitar tahun 1768. Pembangunan terus dilakukan oleh raja-raja yang memerintah keraton berikut.

"Prosesnya pembangunannya memang lama, awal-awal itu tidak semegah sekarang. Namun diantara raja yang banyak melakukan pembangunan dan pengembangan masjid adalah PB IV, PB VII dan PB X," kata dia.

Bangunan Masjid Agung pada masa PB II baru serambi atau bagian dalam dan itu pun masih bersedarha. Dalam perkembangan waktu dilakukan pengembangan dan penyempurnaan bangunan oleh raja-raja berikutnya. 

Masjid Agung Solo ini terinspirasi dari Masjid Agung Demak yang arsitekturnya rumah adat jawa. Di mana berbentuk joglo dan beratap tajuk susun tiga yang melambangkan kesempurnaan umat Islam dalam menjalani kehidupannya, yakni Islam, Iman, dan ikhsan (amal). 

Baca Juga: Sebanyak 20 Orang Telah Jadi Mualaf dan Membaca Syahadat di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

"Ini terinspirasi oleh Masjid Agung Demak, berbentuk joglo dan beratap tajuk susun tiga. Bahan materialnya itu kebanyakan dari kayu," sambungnya. 

Dari sekian raja yang berkuasa memiliki peninggalan dalam proses pembangunan Masjid Agung. Pada VI membangun Madrasah Mambaul Ulum yang berada di komplek Masjid Agung. 

Pembangunan Madrasah Ulum itu dilakukan untuk mendidik para kader-kader, ulama atau penyebar agama di Solo dan sekitarnya.  

Pada masa PB VIII dibangun jam istiwa. Di mana jam tersebut untuk menentukan waktu shalat yang mengandalkan sinar matahari.  

PB X, merupakan raja banyak melakukan banyak pengembangan dan penyempurnaan Masjid Agung Solo. Pada masa PB X, sudah agak akulturasi budaya dan arsitektur. 

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Solo Hari Ini 8 April 2022, Lengkap dengan Bacaan Niat Puasa

Jadi tidak berbentuk rumah Joglo tapi ada juga budaya Persia dengan adanya kubah-kubah. Dibangun juga menara sekitar tahun 1859, untuk mengumandangkan adzan waktu shalat, selain itu juga dibangun gapura Masjid Agung. 

Load More