SuaraSurakarta.id - Tradisi bubur Banjar Samin di Masjid Darussalam, Jayengan, Solo sudah menjadi salah satu destinasi wisata religi ramadhan di Kota Solo.
Adanya bubur Banjar Samin ini tidak lepas dari keberadaan warga Banjar, Martapura, Kalimantan Selatan yang merantau ke Solo
Mereka sudah ada di Kota Solo tepatnya di daerah Jayengan itu sekitar tahun 1890 an. Mereka datang sebagai saudagar khususnya permata mengingat di Martapura terkenal dengan permatanya.
Lama-lama mereka tinggal di sini dengan cara membeli tanah dan menikah dengan perempuan Solo.
"Bubur Banjar Samin ini tidak lepas para perantau dari Banjar, Martapura ke Solo. Mereka datang kesini sekitar tahun 1890 an," terang Ketua Takmir Masjid Darussalam Jayengan, Solo, Rosyidi Muhdhor, Minggu (3/4/2022).
Dulu di Masjid Darussalam yang sebelumnya adalah langgar (mushola) selalu mengadakan buka bersama para perantau dari Banjar.
Dijelaskan, pada buka bersama tersebut menu untuk buka bersama itu beda-beda.
Ada yang membuat soto banjar, masak habang, masak kuning, lepet. Ada juga nasi samin, bubur samin atau ketupat bekumis.
Lama ditentukan bahwa yang baik dan cocok untuk dibagikan adalah bubur Banjar Samin.
Baca Juga: Puasa Ramadhan di Madinah, Toko Boleh Buka Setelah Dzuhur Hingga Sebelum Sahur
"Setelah disetujui semua, maka tahun 1985 ditentukan bubur Banjar Samin untuk menu buka saat puasa. Jadi awalnya itu dari buka bersama para warga Banjar dulu," katanya.
Masyarakat pun banyak yang suka dengan bubur Banjar Samin. Lama-lama tradisi pembuatan dan pembagian bubur Banjar Samin terus dilakukan sampai sekarang.
"Sejak jadi menu buka puasa sejak 1985 banyak yang suka dan meminta. Awalnya tidak banyak membuatnya hanya 15 kg, mulanya untuk jamaah masjid lalu sisanya dibagikan ke masyarakat," ungkap dia.
Lama ke lamaan tiap tahun terus meningkat sedikit demi sedikit untuk pembuatan bubur Banjar Samin ini.
Pada tahun 2014 kemarin bisa membuat bubur hingga 45 kg sampai 2018. Bahan-bahannya itu dari para donatur atau sumbangan dari jamaah.
"Tiap tahun selalu membuat bubur Banjar Samin. Tapi dua tahun terakhir ini tidak membuat, karena pandemi Covid-19," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat
-
Jokowi Ulang Tahun ke-65, Warga Geruduk Kediaman Pribadi di Sumber Solo
-
Bulog Surakarta Optimistis Target Penyerapan Beras Tercapai Sebelum Akhir Tahun
-
Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta
-
Dua Residivis Curanmor Ditangkap Polresta Solo, Gasak Motor dan Ponsel Warga yang Tertidur