SuaraSurakarta.id - Sejumlah warga di Kabupaten Tuban melaporkan kemunculan ular piton di lingkungan rumah mereka.
Laporan itu langsung direspons petugas pemadam kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Praja setempat.
Hari Minggu dini hari kemarin, ular piton sepanjang sekitar tiga meter dilaporkan berkeliaran di halaman rumah warga Perumahan Bukit Karang, blok AI, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding.
Petugas yang sudah terlatih tidak terlalu kesulitan menangkap reptil tadi.
Setelah itu, petugas kembali mendapat laporan warga yang melihat ular piton berkeliaran di sekitar kandang ayam di Desa Rengel, Kecamatan Rengel.
Tak membutuhkan waktu yang lama, petugas mengamankan ular.
Kemunculan ular piton selama ini meresahkan warga di dua daerah itu.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban Gunadi berkata “jadi pada hari Minggu dini hari kemarin kami menangkap dua ular yang meresahkan warga. Selanjutnya untuk ular yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke kandang ular yang ada Mako Induk.”
Selain dikhawatirkan dapat memakan ternak, kemunculan ular piton di pemukiman juga dikhawatirkan menyerang orang.
Baca Juga: Musim Hujan dan Banjir, Ular Piton Tiga Meter Malam-malam Mampir ke Rumah Warga Tuban
Seperti yang pernah terjadi di Kabupaten Tanjungjabung Timur. Seorang nenek meninggal dunia dililit ular piton berukuran enam meter ketika hendak membuang air di jamban yang terletak di Sungai Siau, Kecamatan Muara Sabak.
Waspada
Kemunculan ular piton juga menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarmasin. Petugas meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ular liar masuk rumah.
Di Banjarmasih sekarang sudah dibentuk Tim Animal Rescue Banjarmasin untuk menangani laporan warga yang melihat ular liar, bukan hanya piton, tetapi juga cobra.
Ketua Koordinator Tim Animal Rescue Banjarmasin Hilmi mengatakan fenomena ular masuk lingkungan warga sering terjadi setiap tahun dan mengalami puncaknya ketika akhir tahun ketika telur menetas dan anakan ular akan berkeliaran mencari makan di sekitar rumah seperti kodok kecil, jangkrik dan cicak.
BPBD Kota Banjarmasin memberikan beberapa saran kepada masyarakat supaya ular tidak masuk ke rumah, yakni, membersihkan rumah, jangan ada tumpukan barang, beri pengharum karpet, potong rumput dan tanaman liar, menutup retakan tanah dan jangan panik kalau melihat ular. [Beritajatim dan Antara]
Berita Terkait
-
Diduga Protes Pemotor Rampas Hak Pejalan Kaki, Pria Ini Bentangkan Ular 2 Meter di Trotoar
-
Buton Selatan Geger: Petani 63 Tahun Ditelan Ular Piton 8 Meter, Warga Curiga Lihat Perutnya Aneh
-
Sadis! Pria Ini Melakukan Upaya Pembunuhan Menggunakan Ular Piton
-
Lansia Dililit Ular 2 Jam, Penyelamatan Dramatis Dilakukan oleh Polisi
-
Rayakan Ultah, Pecinta Reptil Tidur Bersama Puluhan Ular Piton Raksasa: Pesta Paling Keren!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok
-
Terungkap! Teka-teki Pertemuan Tertutup Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi
-
Grace Natalie Buka Suara Soal Permintaan Maaf Tersangka Ijazah: Terima, Tapi Hukum Harus Berjalan!
-
Perbandingan Honda Jazz 2019 vs Toyota Yaris TRD Bekas, Mana yang Lebih Oke?
-
Tersangka Kasus Ijazah Palsu Tiba-tiba Temui Jokowi Malam-malam, Ada Apa?