SuaraSurakarta.id - Aturan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang berniat mengatur pengeras suara atau toa di seluruh masjid maupun musala menuai pro kontra di masyarakat.
Apalagi Yaqut Cholil Qoumas membuat kesalahan dengan menganalogikan suara azan dengan gonggongan anjing. Sehingga masyarakat pun kian marah dan tidak setuju dengan aturan tersebut.
Menanggapi polemik aturan tersebut, ulama kharismatik asal Rembang K.H Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dikenal Gus Baha pernah berbicara soal penggunaan pengeras suara di masjid.
Menurut Gus Baha pengguna pengeras suara untuk kegiatan keagaaman di masjid masih menjadi perdebatan. Meski begitu, ia tidak mau ambil pusing dengan perbedaan pendapat tersebut.
"Sampeyan kalau beda pendapat biasa saja. Jangan seperti orang sekarang, kalau beda pendapat langsung geger. Beda pendapat itu fitrah. Tidak mungkinlah kita tidak beda pendapat, tidak mungkin," kata Gus Baha dalam unggahan video di akun TikTok @indonesia.ngaji.official.
Lantas Gus Baha mengakui bahwa di perkampungan ia sering mendapat protes soal pengeras suara yang terpasang di masjid atau musala.
"Di kampung-kampung kalau ada masjid pakai speaker, di mana-mana, saya sering ditanya, Gus, bilangin kalau azan jangan banter-banter, membuat berisik tetangga. Kalau sudah niat sholat, tidak usah azan pasti datang," jelas Gus Baha.
"Yang satunya lagi bilang, ya nggak. Harus keras, biar jadi syiar," sambungnya.
Ulama berusia 51 tahun ini kemudian menuturkan bahwa perbedaan pendapat soal keras atau pelannya saat beribadah telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
"Dulu juga perdebatannya gitu, Abu Bakar kalau wiridan itu lirih sekali, selirih-lirihnya. Umar kalau wiridan keras sekali. Tidak pakai sound sistem tapi keras sekali, membuat ramai," lanjut Gus Baha.
Rupanya alasan Abu Bakar memilih berzikir dengan suara pelan. Menurut Gus Baha karena ia malu dengan Allah yang maha mendengar. Sedangkan alasan Umar Bin Khattab mengeras suaranya saat dzikir agar ia tidak mudah mengantuk.
Dengan perbedaan tersebut, Gus Baha menegaskan bahwa dalam hadist Rasulullah. Sebaiknya dalam kegiatan keagamaan penggunaan sound sistem atau toa masjid sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
"Rasulullah dalam banyak hal ya begitu. Ketika banyak masalah itu sahabat berdoa keras-keras. Nabi justru marah. Karena kamu tidak berdoa dengan dzat yang tuli, maka kamu tidak usah keras-keras,"
"Jadi andaikan ada istighosah pakai sound sistem keras-keras, itu ya perlu dipertanyakan. Tuhan sudah dengar, kok gaduh seperti itu, buat apa?," tegas Gus Baha.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Tag
Berita Terkait
-
Beresiko Merusak Pendengaran, WHO Menetapkan Batas Aman Volume Pengeras Suara di Konser Musik
-
Polemik Pernyataan Menteri Agama, Ustaz Abdul Somad: Kalimat Paling Tinggi Suara Azan, Binatang Rendah Anjing
-
Kibarkan Bendera Jihad, Massa Umat Islam Cianjur Geruduk Kantor Kemenag Desak Menag Yaqut Dipecat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Ada Charly Van Houten! CFD Gatsu Ngarsopuro Solo Pecah Dipadati Ribuan Anak Muda
-
Keluh Kesah Perajin Tahu Imbas Dolar, Bahan Baku Terus Naik hingga Takut Mengurangi Ukuran Tahu
-
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
-
Efek Dolar Naik, Pedagang Pasar Naikan Harga Jual hingga Daya Beli Turun
-
Solo Safari Kini Buka Hingga Malam, Ada Hutan Menyala hingga Spot Foto Menarik