SuaraSurakarta.id - Meski kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ingin pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan kembali pekan depan.
Diketahui, Gibran telah menghentikan PTM selama satu minggu untuk menekan penularan COVID-19 di lingkungan sekolah.
"Saya rasa PTM lebih bagus," kata Gibran dikutip dari ANTARA di Solo, Selasa (8/2/2022).
"Mudah-mudahan minggu depan bisa PTM lagi, tetapi tidak memaksa," ia menambahkan.
Pemerintah kota, ia mengatakan, akan melakukan evaluasi selama sepekan ke depan untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar selanjutnya dilakukan dari jarak jauh atau dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.
Wali Kota mengimbau para orang tua memantau kegiatan anak dan memastikan anak menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.
"Namun tenang saja, warga tidak perlu panik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan surat edaran mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Surakarta, satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran dari jarak jauh.
Hingga Senin (7/2) kasus COVID-19 ditemukan di 37 sekolah di Kota Solo. "Selain itu juga ada dua dari perguruan tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.
Baca Juga: Siswa SMPN 2 Cimahi Peserta PTM Positif COVID-19, Begini Kondisi Teman Sekelasnya
Menurut dia, total ada 444 kasus penularan COVID-19 yang terjadi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di Kota Surakarta.
Penemuan kasus penularan COVID-19 di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi sudah ditindaklanjuti dengan pelacakan kasus dan pemeriksaan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox
-
BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna