Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 08 Februari 2022 | 21:28 WIB
Tangkapan layar Apel personel polisi dalam jumlah besar di wilayah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. [Instagram/@wadas_melawan).

"Salah mereka apa? Nurani dimana? Pemimpin daerah mana?," tutur akun @hendy_**.

"RIP hati nurani," imbuh akun @_kevinmeca**.

"Inilah alasan kenapa banyak masyarakat tidak suka dengan para polisi, dengan kata-kata mengayomi dan melindungi. Tapi nyatanya tidak," sambung akun @rio_obl**.

"Ya Allah makin jahat aja polisi, makin ke sini gak punya perasaan," sahut akun @cahyopramono**.

Baca Juga: Mengaku Sudah Berbicara dengan Komnas HAM Soal Bendungan Bener, Ganjar: Warga Wadas Jangan Takut

"@ganjar_pranowo bapak tega nggak lihatnya? Coba pak sepedahan sampai Desa Wadas, apalagi pas lagi kisruh gini," tandas akun @restywulan**.

Sebelumnya, polisi mengamankan 23 orang bersenjata tajam saat terjadi ketegangan dalam proses pengukuran bakal lokasi Proyek Waduk Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN), Selasa (8/2/2022).

"Sebanyak 23 orang yang membawa senjata tajam tersebut kemudian dibawa ke Polsek Bener," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iqbal Alqudusy dikutip dari ANTARA di Semarang (8/2/2022).

Menurut dia, saat pengukuran lahan sempat terjadi ketegangan antara warga yang mendukung maupun menolak proyek strategis nasional tersebut.

Petugas Gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP Kabupaten Purworejo, kata dia, sudah berada di lokasi untuk mencegah terjadinya gesekan antara kedua kelompok tersebut.

Baca Juga: KontraS Tegaskan Pengerahan Kepolisian ke Desa Wadas Menunjukkan Watak Kesewenang-wenangan

Kontributor : Fitroh Nurikhsan

Load More