SuaraSurakarta.id - Enam pemain Persik Kediri terkonfirmasi positif Covid-19.
Mereka adalah Arthur Irawan, Dian Agus Prasetyo, Dikri Yusron Afafa, Youssef Ezzejjari, Yusuf Meilana dan Misbahul Akmal Santoso.
Praktis, enam pemain itu menjalani karantina dan absen melawan PSS Sleman pada lanjutan pekan ke-22 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (2/2/2022) sore ini.
Dari rilis yang diterima, manajemen tim Macan Putih mengonfirmasi ada enam pemain dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan PCR swab test dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).
"Setelah hasilnya keluar, kami langsung melakukan karantina sesuai protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan," ungkap General Manager (GM) Persik Kediri M Syarif Hidayatullah.
Dia mengungkapkan, enam pemain yang terpapar akan terus diawasi. Tim telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 PSSI dan PT LIB untuk mencegah penyebaran virus.
"Secara fisik, enam pemain kami yang terpapar dalam kondisi baik. Tapi, kami perlu mengambil langkah-langkah pencegahan Covid-19," katanya.
Syarif mengatakan, tim sudah melakukan upaya pencegahan Covid-19 selama berada di hotel. Saat ini, pengetatan prokes terus diterapkan untuk menekan penyebaran virus.
Dia berharap, enam pemain Persik Kediri yang terpapar Covid-19 segera pulih dan kembali ke lapangan. Dengan upaya pencegahan yang sudah dilakukan, semoga tidak ada lagi pemain atau ofisial tim yang terkonfirmasi positif.
Baca Juga: Masuk Tracing Klaster Mantenan, Wakil Bupati Kulon Progo Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox