SuaraSurakarta.id - CEO dan penggagas HatiPlong Farah Djalal menjelaskan bahwa stigma negatif di masyarakat masih mempengaruhi sebagian besar orang untuk pergi ke psikolog.
"Selama pandemi ini sebenarnya semakin banyak orang yang membutuhkan tenaga ahli untuk kesehatan mental. Cuma masih banyak stigma di masyarakat Indonesia untuk datang ke psikolog," ungkap Farah, dikutip dari ANTARA, Kamis (20/1/2022).
"Mereka tahu mereka membutuhkan, mereka punya masalah kesehatan mental. Tapi yang mereka lakukan kemudian adalah mengatasi dengan cara mereka sendiri. Tapi mereka pun sadar itu belum menyelesaikan keseluruhan masalahnya. Mereka tahu harus datang ke psikolog, tapi karena stigma masih kuat, banyak yang belum mengambil tindakan untuk ke psikolog," lanjutnya.
Lebih lanjut, Farah juga menjelaskan bahwa salah satu stigma yang ada di masyarakat adalah pergi ke psikolog jika memiliki masalah yang besar. Farah menegaskan bahwa sebaiknya seseorang bisa pergi ke psikolog meskipun tidak memiliki masalah yang besar.
"Jangan (datang ke psikolog ketika masalah sudah besar). Itu salah satu stigmanya bahwa orang kalau ke psikolog ketika masalah sudah besar," jelas Farah.
"Sebenarnya itu salah. Jangan nunggu masalahnya besar baru datang ke psikolog. Sama seperti kalau luka fisik. Ada luka nih, ah obatin dulu sebentar. Tapi lama-lama luka itu jadi luka bernanah, tambah luas, baru datang ke dokter dan sudah telat," tambahnya.
Kemudian, Farah juga mengatakan bahwa waktu yang tepat untuk datang ke psikolog adalah saat seseorang merasakan hal yang mengganjal dalam dirinya.
Sebaiknya, pergi ke psikolog pun juga dilakukan sebelum masalah tersebut dapat mengganggu keseharian orang tersebut.
"Jadi sebenarnya begitu kalian merasa bahwa ada sesuatu yang mengganjal yang bikin hidup saya nggak plong, apalagi jangan tunggu sampai mengganggu keseharian kita, datang saja ke psikolog. Nggak perlu bawa masalah besar. Ceritain saja. Curhat saja layaknya curhat ke teman," tutup Farah.
Baca Juga: Stres dan Capek? Ini Tanda Saatnya Kamu Perlu Segera Datang ke Psikolog
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
Terkini
-
Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung
-
Canggih! Ompreng Makan Bergizi Gratis di Solo Lewati Sinar UV dan Disegel 360 Derajat
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI