SuaraSurakarta.id - Gusti Pangeran Hariyo (G.P.H) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro, putra sulung KGPAA Mangkunagoro IX dengan Sukmawati Soekarnoputri berpeluang meneruskan takhta keluarga sebagai Raja Mangkunegaran.
Namu demikian, takhta Raja Mangkunegaran hingga sekarang belum diputuskan oleh keluarga. Pandra pun mendadak curhat minta dihargai.
Menyadur dari Solopos.com, Paundra mengingatkan semua pihak untuk menghargai dirinya dan keluarga besar Mangkunegaran. Pernyataan Paundrakarna itu disampaikan melalui media sosial yang dibagikan juga ke Solopos.com, pada Kamis (14/10/2021).
“Hargailah dan orangkanlah saya, hargailah para pendahulu, hargailah eyang saya Presiden Soekarno, hargailah ayahanda saya, hargailah ibu saya, hargailah adik semata wayang saya, hargailah Keluarga Besar Mangkunegaran terlebih haruslah menghargai Abdi-abdi/kawulo alit di Puro Mangkunegaran agar rasa respek, sikap baik saya dan ketulusan dari saya/dari kami pada panjenengan-panjenengan tidak hilang dan tidak berubah menjadi kebencian,” jelasnya dalam status yang diunggah ke media sosial, Kamis (14/10/2021).
Paundra menegaskan menjadi raja bukanlah suatu kompetisi dan ajang pencitraan demi kepentingan pribadi yang dilandasi ego semata.
“Untuk menjadi raja itu bukanlah sebuah kompetisi, bukanlah pemilih legislatif, bukanlah ajang pencitraan, bukanlah dengan kepentingan pribadi yang dilandasi ego dan ambisi pribadi apalagi golongan. Tetapi tidak lain dan tak jua adalah mutlak atas kuasa, atas kasih, atas kehendak, atas rahmat dan bimbingan dari Gusti Allah SWT Tuhan seru sekalian alam beserta para pendahulu,” sambung dia.
Dia juga mengingatkan bahwa statusnya merupakan cucu Presiden Soekarno, putra Mangkunagoro IX, dan cucu Kanjeng Gusti Mangkunagoro VIII.
“Ingatlah masih ada kekuatan lain yang lebih besar dari kekuatan kita manusia dengan upaya-upaya dari pribadi-pribadi, dari oknum-oknum yang tidak baik dengan menghalalkan segala cara yang makin mencoreng nama baik nama besar Mangkunegaran terlebih nama harum para pendahulu. Dan ingatlah selalu saya trah rembesing madu, saya cucu Presiden Soekarno, saya putra dalem, putra sah ayahanda saya, saya cucu dari Kanjeng Gusti Mangkunegoro VIII dan Gusti Puteri Mengkunegoro VIII,” tegasnya.
Paundra juga menegaskan tentang hukum karma yang berlaku di dunia ini. “Ingatlah akan karma, hukum tabur-tuai, melati dan kuwalat itu jelas-jelas ada dan pasti terjadi bagi siapapun yang tidak baik pada saya dan Puro Mangkunegaran, salam,” tandasnya.
Baca Juga: Ada Cucu KGPAA Mangkunegara VIII, Ini 3 Sosok Calon Pewaris Tahta Mangkunegaran
Hingga berita ini diturunkan, Paundrakarna belum merespons pertanyaan Solopos.com terkait maksud tulisan itu. Tetapi pada awal tulisan dia mengatakan bahwa curhat ini adalah sikap politiknya.
“Anggap saja ini adalah sebuah pernyataan politik saya nggih poro sedulur lan berbudi pekerti luhur. Mulut saya dan perkataan saya adalah “bom waktu” untuk siapa yang tidak baik. Dan saya sebagai insan manusia berKetuhanan dan sebagai putera Mangkunegaran saya memiliki hak prerogatif untuk bicara. Jangan menyepelekan diri saya nggih karena Melati, angsar/karma buruk dan kuwalat adalah ganjarannya, salam.”
Tanggapan Kerabat Mangkunegaran
Menanggapi curhat Paundra tersebut, Ketua I Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN), Satyotomo, angkat bicara. Dia menilai apa yang disampaikan Paundra melalui status media sosial sebagai hal yang biasa.
“Sebetulnya enggak ada apa-apa, biasa mas Paundra menulis begitu. Mungkin baru sekarang panjenengan para wartawan membacanya agak aneh. Tetapi kadang-kadang melihat kebelakang sering begitu, artinya curhat mau curhat sama siapa, ditulis ke medsos,” katanya, Sabtu (16/10/2021).
Sementara itu, saat diminta konfirmasi apakah sudah ada pembahasan penerus Mangkunagoro IX, Ketua I HKMN mengatakan masih menunggu setelah 100 hari wafatnya Mangkunagoro IX. Hubungan antara Paundra, Bhre, dan Roy baik-baik saja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino
-
Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar