Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:41 WIB
Ilustrasi Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo. (Twitter)

Pada bagian penutup, Dirjen Kebudayaan menyatakan akan berkoordinasi dan melakukan audiensi dengan penguasa Keraton untuk membicarakan langkah-langkah yang tepat sebagai bentuk penanganan pelestarian KCB Keraton Solo.

KP Bambang Pradotonagoro selaku Petugas Humas dari Maha Menteri Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan mengonfirmasi tembusan surat tersebut sudah diterima Maha Menteri pada Mei lalu.

“Kami dianggap lalai, surat itu jelas dari pemerintah pusat. Surat juga ditembuskan kepada Wali Kota. Mereka menegur karena Keraton terlihat kumuh, padahal sudah ditetapkan sebagai KCB,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Bambang mengatakan sanksinya jelas jika tidak bisa melaksanakan amanah untuk merawat dan mengelola cagar budaya tersebut. Apalagi yang dibicarakan dalam hal ini soal kawasan, artinya ada beberapa bangunan cagar budaya yang terdapat di satu wilayah.

Baca Juga: Menteri Nadiem Akui Data Klaster Covid-19 Sekolah Banyak Erornya

Tanggapan Gibran

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku masih terus mencari solusi terkait revitalisasi aset Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

“Kami sudah bahas soal tembok yang roboh, kami akan carikan solusinya. Yang jelas, niat baik kami ingin memperbaiki aset Keraton menjadi lebih baik,” katanya.

Gibran mengaku sudah rapat dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, dan sudah menyinggung masalah tersebut. “Banyak kendala nonteknis yang kami bahas juga. Kami usahakan secepatnya [diperbaiki],” ujarnya.

Gibran mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, lantas diteruskan ke PB XIII. Gibran menyebut proses itu masih berlangsung lama, namun dipastikan niatnya masuk ke lingkungan Keraton bertujuan baik.

Baca Juga: Imbas ANBK Kemendikbud Ristek, PTM Campuran di Sekolah Jakarta Harus Ditunda

“Konflik [di Keraton] adalah persoalan internal. Yang penting kami ingin menyentuh Keraton sebagai aset Kota Solo dan negara. Kerusakannya cukup parah, tapi bisa diperbaiki. Saya optimistis,” tutupnya.

Load More