“Kami berupaya agar mereka bisa mengolah limbah dengan benar, sehingga kadar limbah saat sudah dibuang ke sungai itu sesuai standar atau malah bisa sepenuhnya tidak dibuang ke sungai. Kami memfasilitasi mereka dengan membangun IPAL (instalasi pengolahan air limbah) komunal. Tentu, biayanya tidak sedikit makanya semua pihak kami harap membantu. Mungkin CSR perusahaan,” bebernya, Rabu (8/9/2021).
Sejumlah usaha mikro dan kecil yang sudah membangun IPAL di antaranya pabrik tahu dan industri batik di Sragen dan Solo. Pihaknya menampik tidak berbuat apapun dalam menangani pencemaran Sungai Bengawan Solo.
“Kalau kami tidak ngapa-ngapain, mungkin akan lebih parah. Beberapa patroli yang kami lakukan terbukti efektif menekan pencemaran. Pekan lalu belum ada kejadian seperti pekan ini karena sejumlah penegakan hukum yang kami lakukan,” imbuhnya.
Dia berharap pegiat dan pemerhati lingkungan bisa berjalan bersama pemerintah daerah, provinsi, dan pusat untuk memikirkan masa depan Sungai Bengawan Solo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MilkLife Kickers Raih Dua Kemenangan di Hari Kedua Singa Cup 2026
-
Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura
-
Digunakan Ratusan Ribu Konsumen, Pherini Body Lotion Tuai Banyak Review Positif
-
Kubu PB XIV Purboyo Gelar Tingalan Dalem Jumenengan di Kediaman Raja Sasana Narendra
-
Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta