SuaraSurakarta.id - Kasus pencemaran sungai bengawan solo menjadi sorotan. Kali ini limbah alkohol ciu mencemari sungai terpanjang di Pulau Jawa.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebut puluhan perusahaan menengah dan besar di Soloraya melanggar aturan pembuangan limbah ke Sungai Bengawan Solo.
Menyuadur dari Solopos.com, Pertengahan Juli 2020 hingga September 2021, DLHK memberikan teguran dan sanksi kepada 63 perusahaan menengah dan besar karena buang limbah ke sungai bersejarah itu.
Sementara usaha mikro dan kecil didorong membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal melalui berbagai program. Plt Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan pelanggaran perusahaan tersebut beragam, salah satunya menutup saluran bypass.
“Ada empat di antaranya yang masih bandel, sudah diberi teguran, sudah kami minta perbaiki tapi ngeyel, sehingga kami teruskan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk penegakan hukum lebih lanjut yang bisa dibawa ke ranah pidana,” katanya kepada wartawan di Solo, Rabu (8/9/2021).
Widi menyebut sembilan dari 63 perusahaan itu tertangkap tangan saat membuang limbah ke Sungai Bengawan Solo pada akhir Agustus.
“Mayoritas industri tekstil di Karanganyar, Sukoharjo, dan Sragen, serta sebagian kecil di Solo,” imbuhnya.
Limbah Ciu
Ditanya soal pencemaran limbah industri ciu yang membuat instalasi pengolahan air (IPA) Semanggi berhenti beroperasi, ia mengakui hal tersebut benar adanya. Pelaku industri alkohol sudah berupaya mengolah limbah menjadi pupuk berlabel ciunik namun peminatnya tak banyak.
Baca Juga: Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Alkohol
Sementara pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal untuk industri ciu, membutuhkan anggaran tak sedikit mengingat karakternya yang berat.
“Limbah ciu memang berat, kemudian tekstil. Nah, perusahaan yang melanggar sudah kami minta memperbaiki IPAL-nya lalu limbah yang awalnya berwarna merah, lambat laun lebih baik. Sanksi awal kan administrasi, paksaan pemerintah [perbaikan IPAL], baru kemudian pidana,” jelas Widi.
Selain industri besar, menengah, mikro, dan kecil, pencemaran Sungai Bengawan Solo juga diperparah oleh limbah rumah tangga dan sampah dari permukiman sekitar.
Mata-Mata di Lapangan
Meski tingkat polutan tidak separah limbah industri maupun alkohol, limbah rumah tangga juga patut jadi perhatian. “Solo ini daerah hilir, hulunya ada di Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten. Jadi acuan pencemarannya ya di IPA Semanggi. Kalau keruh seperti kemarin pasti berdampak ke Blora,” bebernya.
Kasi Penegakan Hukum DLHK Provinsi Jateng, Aris Warsito, mengatakan pengawasan dilakukan pejabat pengawas lingkungan hidup (PPLH) di sejumlah tempat. Mereka bertugas patroli didampingi pengawas kabupaten ditambah laporan masyarakat lewat media sosial maupun kanal aduan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Canggih! Ompreng Makan Bergizi Gratis di Solo Lewati Sinar UV dan Disegel 360 Derajat
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama