SuaraSurakarta.id - Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Solo yang juga mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menanggapi banyaknya yang menghina Presiden Jokowi hingga dikata-kata kodok.
Kondisi itu membuat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri tampak sedih bahkan sampai menangis saat mendengar Presiden Jokowi disebut kodok.
"Mengkritisi boleh-boleh saja. Tapi yang beretika," terang Rudy saat ditemui, Sabtu (21/8/2021).
Rudy menegaskan, kalau ada yang mengatakan Presiden Jokowi kodok jangan. Karena Presiden Jokowi merupakan makhluk ciptaan Tuhan.
Baca Juga: Megawati Nangis karena Jokowi Disebut Kodok, Rocky Gerung: Itu Istilah Buatan Istana
"Jangan lah kalau ada yang mengatain kodok. Beliau itu ciptaan Tuhan yang tidak sempurna, tidak ada manusia yang sempurna," ujar tandem Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo ini.
Menurutnya, kalau ada kekurangan dan kelebihan dari Presiden Jokowi merupakan hal yang wajar. Namun, dalam hal mengkritisi atau mencaci maki boleh-boleh saya.
"Harusnya tidak hanya mengkritisi dan mencaci maki. Tapi juga bagaimana memberikan solusi dan itu sangat baik kalau menurut Mbak Mega itu jantan," paparnya.
Rudy menilai jika Megawati yang sedih dan menangis ketika Jokowi dihina merupakan hal yang wajar. Megawati Sukarnoputri dan Jokowi memang sangat dekat, sama seperti dulu.
"Ya, kalau tidak dekat dan sayang tidak dicalonkan lagi sebagai presiden dari PDI Perjuangan. Bahkan waktu dicalonkan sebagai wali kota," ungkap dia.
Baca Juga: PDIP-PSI Gulirkan Interpelasi, Ketua DPRD: Bukan untuk Jatuhkan Anies
Rudy mengatakan, maunya beliau (Megawati-red) bahwa mau mengkritisi kepala negara itu sah-sah saja. Namun, kritisi lah dengan yang menggunakan etika sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai ideologi Pancasila.
"Itu yang kira-kira yang diinginkan oleh ketua umumnya saya seperti itu. Sehingga hal-hal yang sekiranya itu tidak pantas, ya tidak perlu disampaikan," sambungnya.
Rudy menambahkan, kalau perlu mintanya datang saja. Bicara dan memberikan solusi untuk kebaikan.
Berita Terkait
-
Ada 'Wisata Jokowi' di Solo yang Sempat Bikin Wamendagri Penasaran, Apa Itu?
-
Belum Ada Ucapan Maaf Lebaran dari Jokowi-Gibran ke Megawati, Guntur Romli PDIP: Tak Diharapkan Juga
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
-
Retreat Gelombang Kedua Digelar Usai Lebaran, Megawati Perintahkan Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut
-
Lebaran ke Megawati hingga Jokowi, Didit Disebut Jadi Kekuatan 'Soft Politics' Presiden Prabowo
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri