Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Kamis, 12 Agustus 2021 | 06:56 WIB
Salah satu baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang terpasang di Jalan Kapten Mulyadi Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

Dia melanjutkan, pemasangan baliho Puan di Wonogiri bukan atas perintah partai di tingkat pusat.

DPC PDIP Wonogiri berisinisiatif sendiri memasangnya sebagai bentuk solidaritas PDIP Wonogiri.

Baliho politisi dipasang berdampingan. (Twitter/@sociotalker)

Sentimen Negatif

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, mengatakan sentimen negatif yang muncul adanya baliho Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Partai Golkar, karena orang memandang dari sisi negatif saja.

Baca Juga: Baliho Ancang-ancang Puan Jelang Pilpres, Tak Bisa Tutup Peluang Ganjar Maju

Apabila melihat dari sisi positif, sentimen tersebut tidak akan muncul.

Menurut Bondan, sosialisasi sosok Airlangga bagian dari upaya menyiapkan tokoh yang diyakini akan mampu mengangkat ekonomi Indonesia ke depan.

Penyiapan tokoh potensial dinilai penting agar setelah Pilpres nanti Indonesia dapat segera keluar dari masa sulit akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Pak Airlangga tokoh Golkar yang mumpuni dalam bidang ekonomi. Beliau saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sebelumnya, pernah menjadi Menteri Perindustrian dan berkecimpung di DPR. Beliau sudah banyak pengalaman. Kami yakin beliau bisa mengangkat ekonomi Indonesia jika nanti menjadi Presiden,” ulas Bondan.

Berperan Besar

Baca Juga: Waduh! PDIP Solo Bantah Pemasangan Baliho Puan Maharani Instruksi Partai

Baliho tokoh parpol yang saling berdampingan, Puan Maharani dan Airlangga di sekitaran Jl Soekarno-Hatta, Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Dia membantah Airlangga/Golkar dinilai tak memikirkan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini.

Load More