SuaraSurakarta.id - Psikolog anak Seto Mulyadi berpesan kepada masyarakat agar bersikap peduli dan sebisa mungkin menjadi orang tua demi melindungi anak-anak di lingkungan terdekatnya.
"Anggap saja semua tetangga itu om atau tante. Dengan memberdayakan setiap RT juga dilengkapi dengan tambahan satu seksi, seksi perlindungan anak. Ini kan bisa untuk memberikan perhatian yang lebih optimal pada berbagai pelanggaran hak anak," kata Kak Seto saat dihubungi ANTARA, Senin (26/7/2021).
"Ayo saling peduli. Kan kita sudah terkenal dengan gotong royongnya dan namanya RT itu Rukun Tetangga. RW adalah Rukun Warga. Ya marilah kita betul-betul rukun dengan menunjukkan kepedulian pada saat pandemi yang masih berkepanjangan ini," kata dia.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia itu juga berpesan kepada setiap masyarakat agar berperan mengenalkan protokol kesehatan kepada anak di masa pandemi.
Baca Juga: Pengusaha Aceh Tinggal di Palembang, Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun Penanganan COVID-19
"Jadi di masa pandemi ini betul-betul harus peduli menjaga kesehatannya. Misalnya dengan 5M. kemudian juga menjaga kesehatan mentalnya dengan selalu gembira," ujarnya.
Selain itu, Seto juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi anak dan orang tua, sebab untuk menjaga anak tetap sehat mental dan fisik, dibutuhkan kondisi orang tua yang prima.
"Jangan baper dan mudah mengeluh. Selalu berpikir positif dan selalu penuh rasa syukur dulu," tuturnya.
Seto melanjutkan, orang tua sebaiknya bisa mulai mengenalkan "ilmu kehidupan" kepada anak selama belajar di rumah, sebagai selingan dari pelajaran yang diberikan sekolah.
"Kita harus menyadari pada dasarnya semua anak senang belajar. Nah pemahaman belajar ini jangan sampai terlalu dibatasi seolah belajar itu menghafal materi pelajaran sekolah. Bukan. Pelajaran kehidupan jauh lebih penting," kata Kak Seto.
Baca Juga: Raffi Ahmad Kena Covid-19, Ivan Gunawan : Wajar Sih...
Pelajaran kehidupan yang bisa mulai diajarkan orang tua kepada anak misalnya merapikan rumah, membantu orang tua, maupun membersihkan kamar. Seluruh kegiatan itu sebaiknya diajarkan dengan cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan.
Berita Terkait
-
Seorang Pria Paruh Baya Diciduk Polisi Usai Lalukan Rudapaksa Terhadap Anak SMP
-
Dewi Yull Akan Hadir di Pemakaman Ray Sahetapy
-
Ray Sahetapy Mualaf di Masjid Istiqlal, Anak Ingin Perjalanan Islam Ayahnya Ditutup di Sana
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
Keluhkan Penjualan Merosot, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong: Lebaran Sudah Nggak Berpengaruh
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri