SuaraSurakarta.id - Indonesia terkenal memiliki beragam budaya yang selama ini menjadi salah satu kekayaan yang diakui dunia.
Terlebih dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu.
Salah satunya keragaman juga berasal dari bahasa khas atau bahasa gaul masing-masing daerah. Maklum saja, luas Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Marauke membuat Indonesia memiliki banyak bahasa daerah.
Termasuk di Kota Solo, Jawa Tengah. Kota kelahiran Presiden Joko Widodo itu memiliki bergaram istilah gaul yang sering diucapkan sehari-hari.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, berikut 5 bahasa gaul khas Solo.
1. Oglangan
Jika masyarakat awam menyebut pemadaman listrik dengan mati listrik atau mati lampu, berbeda dengan warga asli Solo. Mereka menyebut pemadaman listrik dengan oglangan.
2. Lengo Pet
Mendengar istilah itu tentunya bagi masyarakat luar Solo bingung mengenai artinya. Padahal lengo pet merupakan sebutan untuk minyak tanah.
Baca Juga: Gibran Angkat Suara Usai Dikabarkan Lumpuh Total Akibat Covid-19
3. Mokmen
Siapa sangka istilah gaul mokmen di Solo ini mempunyai arti razia polisi.
Jika di daerah lain razia polisi disebut cegatan atau tilangan, berbeda dengan Solo karena masyarakat Kota Bengawan biasa menyebutnya dengan mokmen.
Dirangkum dari berbagai sumber, konon katanya istilah mokmen ini berasal dari bahasa Inggris, yaitu moment please yang berarti "bisa minta waktu sebentar?" Kata-kata itu kerap muncul dari polisi ketika ada razia.
Karena masyarakat lekat dengan bahasa lokal, sebutan moment please diplesetkan menjadi mokmen.
4. Pit
"Aku ngepit dari Jogja sampai Semarang," contoh kalimat yang diucapkan masyarakat Solo.
Bagi masyarakat awam khususnya Jawa, mendengar pernyataan itu akan terkejut. Pasalnya, ngepit identik sepeda kayuh. Tapi, berbeda dengan warga Solo dan sekitarnya pit juga berarti sepeda motor lho.
5. Teh Kampul
Di Solo ada minuman cukup yang bernama unik, yaitu teh kampul.
Bagi masyarakat luar Solo, teh kampul memang terdengar asing dan bikin penasaran. Tetapi, ternyata teh kampul ini mirip dengan lemon tea.
Pasalnya, dalam penyajiannya, teh kampul juga berisi irisan jeruk nipis yang kemampul atau dalam bahasa Indonesia berarti mengapung.
Itulah beragam kata gaul khas Kota Solo. Unik kan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jokowi Setuju Usulan Abraham Samad Minta Pengembalian UU KPK yang Lama
-
Polres Sukoharjo Ringkus Pengedar Sabu di Gatak, Amankan 4,39 Gram Paket Siap Edar
-
Gebrakan Global! Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Sukuk dan Social Bonds
-
5 Fakta dan Kronologi Pramugari Bus Indorent Cantika Meninggal dalam Kecelakaan Tol SoloNgawi
-
30 Ide Kado Valentine untuk Suami: Berkesan, Fungsional, dan Penuh Makna