SuaraSurakarta.id - Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah gang kampung di Kelurahan Sragen Kulon, Sragen.
Warga mendadak menutup akses masuk maupun keluar menuju Jalan Raya Sukowati. Usut punya usut, langkah itu dilakukan menyusul banyaknya kendaraan yang melintasi gang.
Sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dimulai sejak Sabtu (3/7/2021), sejumlah jalan protokol menuju pusat kota Sragen ditutup aparat Polres Sragen.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, kendaraan yang melaju dari arah Solo dialihkan menuju ring road utara melalui simpang tiga Beloran. Sementara kendaraan yang melaju dari arah Ngawi dialihkan menuju ring road selatan melalui melalui simpang empat terminal lama.
Penutupan Jl Raya Sukowati dari dua arah berlawanan itu mengakibatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah jalan seperti Jl Slamet Riyadi, Jl Ahmad Yani, Jl Dr Sutomo. Kemudian Jl Jenderal Sudirman, Jl Letjen Sutoyo, Jl Urip Sumoharjo, dan lain-lain.
Tidak hanya itu, gang-gang jalan yang biasanya lengang mendadak ramai lalu lalang kendaraan. Hal itu membuat warga sekitar merasa tidak nyaman sehingga sejumlah jalan di Sragen Kulon akhirnya ditutup oleh warga.
Sejumlah gang yang ditutup warga antara lain di Kampung Bangusari, Tegalsari, dan Beloran. Warga menutup gang itu menggunakan pagar besi. Sejumlah pengguna jalan yang hendak melintasi gang itu pun harus mencari jalan lain.
Meski sudah menghidupkan lampu riting pertanda hendak masuk gang jalan, mereka akhirnya memilih balik kanan atau tetap melajukan kendaraan mencari jalan lain.
“Jalan gang menuju kampung Sragen Kulon ditutup lantaran warga tidak ingin kampungnya jadi bising dilalui kendaraan. Hal itu membuat debu dan karbon yang mencemari udara. Apalagi di jalan kampung banyak anak-anak bermain. Tentu sangat berbahaya kalau gang jalan tidak ditutup,” jelas warga Sragen Kulon, Suharto (60), kepada Solopos.com, Minggu (4/7/2021).
Baca Juga: KAI Semarang Batalkan Perjalanan 12 Kereta Api Selama PPKM Darurat
Sebelumnya, Polres Sragen mengambil kebijakan penutupan akses masuk ke kawasan kota Sragen bagi kendaraan luar kota dari arah barat dan arah timur. Penutupan akses tersebut untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama PPKM darurat, Sabtu-Selasa (3-20/7/2021).
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sragen Ipda Sigit Kriyanto menyampaikan penutupan akses dari luar kota dilakukan di simpang tiga Pungkruk, simpang tiga Beloran, dan simpang empat terminal lama.
Ia menerangkan penutupan akses ke pusat Kota Sragen dari arag timur dan barat ditutup selama 24 jam, sementara akses sekunder lainnya ditutup mulai pukul 18.00 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Atap Ruang Kelas di MTs Muhammadiyah Sragen Tiba-tiba Roboh, Guru dan Siswa Jadi Korban
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Angka Pengangguran di Kota Solo Lebih Tinggi dari Daerah di Soloraya, Capai 13,5 Ribu Jiwa