SuaraSurakarta.id - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati merespon cepat atas meningkatnya kasus Covid-19 di wilayahnya.
Yuni sapaan akrabnya, mengeluarkan Instruksi Bupati No. 360/286/038/2021 tertanggal 15 Juni 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Kondisi Zona Merah Covid-19 dan Penguatan PPKM Mikro di tingkat kecamatan dan Desa/Kelurahan.
Dalam Ingub tersebut, para warga Sragen diinstruksikan pada Sabtu-Minggu tetap di rumah saja.
Dilansir dari Solopos.com, Instruksi Sabtu-Minggu di rumah saja itu merupakan wujud pembatasan terhadap mobilisasi masyarakat. Bupati menerangkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, tingkat kecamatan, desa dan kelurahan untuk meningkatkan koordinasi dan melakukan pengendalian Covid-19.
Ada tujuh poin yang ditulis Bupati dalam Ingubnya itu. Salah satunya imbauan untuk Sabtu-Minggu di rumah saja sebagai wujud pembatasan mobilisasi masyarakat. Selain itu, Yuni menyampaikan pembatasan mobilitas warga untuk keluar masuk wilayah tertentu maksimal pukul 21.00 WIB.
“Hajatan dilarang dan kegiatan apa pun yang berpotensi kerumunan dilarang sampai Sragen benar-benar zona kuning, kecuali akad nikah bisa dilakukan di KUA [kantor urusan agama] atau di rumah maksimal hanya 10 orang,” ujarnya.
Yuni menjelaskan instruksi Sabtu-Minggu di rumah saja itu dikarenakan semua destinasi wisata dan sarana penunjang lainnya, termasuk night market Sukowati ditutup. Dia mengatakan destinasi wisata alam atau buatan, wisata budaya, religi dan sejenisnya yang mendatangkan kerumunan ditutup sampai Sragen zona kuning.
Selain itu, kata dia, tempat hiburan karaoke, bisokop, warung Internet, game online, tempat olahraga, soa, dan sejenisnya, termasuk fasilitas umum, pasar malam, pasar musiman, dan sebutan lainnya ditutup.
Pengurus Event Organizer (EO) Night Market Sukowati Sragen, Hari Suriyanto, menyampaikan kalau semua serempak ditutup atau tiarap tanpa tebang pilih kemungkinan tidak ada gejolak, termasuk penutupan Night Market Sukowati.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Satgas Terapkan Prokes Ketat
“Semua pedagang kuliner juga ditutup tanpa kecuali supaya tidak ada yang mrengut. Ya, termasuk pusat PKL Taman Kartini dan Sentra Kuliner Veteran. Tapi ya jangan lama-lama. Kalau semua ditutup tanpa dalan jangka waktu lama tanpa ada kompensasi mengisi perut mereka ya kasihan. Yang lain bisa hidup sehat tetapi sebagian lainnya bisa mati kelaparan. Yang penting Pemkab bisa seimbang antara kepentingansatgas dan kepentingan usaha mikro kecil dan menengah,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Pasar Tiban CFD Sragen, Setyono, setuju bila semua ditutup karena kebetulan Pasar Tiban di Stadion Taruna juga sepi. Dia meminta Pemkab mengizinkan Pasar Tiban CFD kembali dibuka di sebelah timur Pemkab Sragen.
“Pasar Tiban di Stadion Taruna itu sepi, kasihan pedagang tidak laku,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota
-
Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya
-
Putra Surakarta Siap Berlaga di Piala Soeratin Jateng, Turunkan Tim di Tiga Kelompok Usia
-
KPK Kembali Geledah Kantor Bupati Sukoharjo, Keluar Bawa 3 Koper
-
Ngenes! SDN Cepokosawit 2 Boyolali Hanya ada 1 Siswa Baru