SuaraSurakarta.id - Kabupaten Wonogiri berpotensi terjadi bencana alam gempa bumi hingga tsunami. Hal itu tentu saja perlu diantisipasi oleh berbagai pihak.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi tsunami hingga 29 meter yang dipicu gempa bumi di wilayah pantai selatan Jawa Timur. Jika tsunami itu terjadi, maka wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan pantai selatan bakal ikut terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan warga Wonogiri, khususnya di daerah pesisir selatan, perlu meningkatkan kewaspadaan seiring adanya peringatan potensi gempa dan tsunami dari BMKG di selatan pantai Jatim.
"Berdampak signifikan atau tidaknya tergantung titik pusat gempa itu. Kalau titik gempa berada di perbatasan wilayah bisa fatal. Maka kesiapsiagaan warga harus ditingkatkan," kata Bambang dilansir dari Solopos.com, Sabtu (5/6/2021).
Prediksi Pantai Terdampak Tsunami
Selain mengingatkan potensi tsunami pantai selatan Jawa Timur dan dampaknya di Wonogiri, pada Kamis (3/6/2021) lalu, tim dari Stasiun BMKG Semarang berkunjung ke Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri. Mereka memberikan peta rawan tsunami level kecamatan yang dibuat BMKG. Peta itu menjelaskan risiko ketinggian air, arah tsunami, dan lain sebagainya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mencatat ada enam pantai di Kabupaten Wonogiri yang berpotensi terdampak jika tsunami terjadi. Keenam pantai tersebut berada di wilayah Kecamatan Paranggupito yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan wilayah Pacitan, Jawa Timur. Adapun enam pantai tersebut adalah Nampu, Waru, Kalimirah, Sembukan, Klotok, dan Dadapan.
Potensi Dampak Tsunami di Wonogiri
Hasil penelitian yang dilakukan Cahyadi dkk pada 2017 dalam Buletin Geografi Lingkungan bertajuk Tipologi Pesisir Kawasan Karst Kabupaten Wonogiri menyebutkan bahwa satu-satunya kecamatan di Wonogiri yang berlokasi di pesisir adalah Paranggupito. Wilayah lepas pantai Wonogiri termasuk pada zona seismic gap yang memungkinkan terjadinya gempa yang sangat besar sehingga kemungkinan terjadinya tsunami.
Baca Juga: Sambangi Banyuwangi, Mendagri Tito Karnavian Bicara Tentang Gempa dan Tsunami
Apalagi berdasarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Kabupaten Wonogiri, wilayah di Kecamatan Paranggupito masuk kategori zona kerentanan gerakan tanah rendah dan menengah. Hal ini setidaknya memberikan gambaran kerusakan besar yang akan terjadi jika wilayah Wonogiri disapu tsunami besar setinggi 29 meter.
Tsunami adalah adalah gelombang besar air yang disebabkan aktivitas di dasar laut. Tsunami biasanya didahului dengan gempa bumi yang berkekuatan besar dan terjadi secara mendadak.
Jarak antara bibir dengan permukiman penduduk di sekitar Pantai Nampu Wonogiri sekitar 500-600 meter. Kondisi itu diwaspadai meskipun permukiman penduduk terlindung oleh tebing-tebing pantai yang tinggi.
Apalagi berdasarkan sejumlah hasil penelitian mengungkapkan akses menuju kawasan pesisir pantai di Paranggupito, Wonogiri, cukup sulit diakses. Jalanan di wilayah tersebut cenderung sempit dengan kondisi kurang baik serta memiliki tikungan tajam dan tanjakan. Bahkan beberapa wilayah pesisir di Wonogiri tidak bisa diakses dengan kendaraan bermotor. Hal ini karena beberapa tempat hanya dapat diakses dengan melalui jalan setapak saja.
Mengingat prediksi bahaya tersebut, warga di kawasan pesisir Wonogiri diminta untuk mewaspadai potensi tsunami dan gempa bumi. Jika bencana tsunami itu terjadi, maka dampak yang ditimbulkan akibat tsunami Wonogiri kemungkinan serupa dengan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.
Seperti diketahui, tsunami Aceh yang terjadi 17 tahun lalu merupakan bencana alam terbesar. Saat itu gelombang air laut yang diperkirakan memiliki ketinggian 30 meter dengan kecepatan 100 mps atau 360 km/jam akibat gempa berkekuatan M 9,3 meluluhlantakkan wilayah Aceh dan berdampak pada negara Thailand, India, hingga Sri Lanka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
Lebih dari Sekadar Lari: Soeharso Inclusive Run 2026 Rayakan Keberagaman dan Kesehatan
-
Sespri Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo
-
Diprotes Ketua Gerindra soal Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo: Siap Salah!