SuaraSurakarta.id - Kepemilikan hunian menjadi salah satu kebutuhan pokok yang menjadi incaran masyarakat Indonesia.
Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, perumahan di Indonesia masih mengalami defisit pasokan hingga 7,6 juta hunian.
Kondisi ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha maupun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi penduduk.
Termasuk Bank BJB yang melakukan ekspansi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di wilayah Jawa Tengah. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pengembang di Hotel Swissbell In Saripetojo Solo, pada Kamis 27 Mei 2021 lalu.
Baca Juga: Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking Bank BJB Paling Pesat
Acara tersebut dihadiri oleh Pemimpin Divisi KPR & KKB Bank BJB Triastoto Hardjanto Wibowo, Pemimpin Bank BJB Cabang Surakarta Irvan Nulhakim, Pemimpin Grup Bisnis Konsumer & Ritel Kantor Wilayah 5 Bank BJB Safi’i, perwakilan dari pengembang Direktur PT Lima Sejahtera Jaya Nurul Sariani, Direktur PT Karunia Mulya Cipta Sarana, Lenny Marlina Kurniawan serta pihak Notaris Yunia Wukirsari SH.
Dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama ini mencakup tiga proyek yang dikerjasamakan yaitu PT Lima Sejahtera Jaya untuk proyek Griya Mutiara Jombor Indah dan PT Karunia Mulya Ciptasarana untuk proyek Santika Land dan Ciptasarna Lawu.
Pemimpin Divisi KPR & KKB Triastoto Hardjanto Wibowo mengatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan salah satu strategi di tahun 2021 dalam rangka pemenuhan target unit subsidi yang diberikan oleh Kementrian PUPR.
Pasca beroperasinya Jalan Tol Trans Jawa yang dapat memangkas waktu tempuh dari wilayah Jabodetabek ke Surakarta, menurutnya, membuat Kota Surakarta makin menarik terutama untuk investasi properti.
Dengan adanya Tol tersebut, saat ini perekonomian Kota Surakarta cukup stabil, dengan ditopang infrastruktur dan industri batik. Surakarta menjadi kota pusat belanja, kuliner dan wisata.
Baca Juga: Rayakan Ramadhan dan Idulfitri dengan Promo Menarik dari Bank BJB
Ditambahkan Triastoto Hardjanto, Bank BJB berkomitmen mensukseskan program pemerintah di bidang perumahan
dan terus meningkatkan brand image BJB KPR di nasional khususnya di Wilayah Surakarta melalui Bank BJB yang berada di Kantor Cabang Surakarta.
"Kerjasama ini mencakup pembiayaan fasilitas untuk rumah subsidi dan rumah non subsidi pada proyek perumahan yang telah disepakati bersama," jelas Pemimpin Devisi KPR dan KKB Bank BJB tersebut.
Berita Terkait
-
Maruarar Sirait Ngaku Diperintah Prabowo Bangun Rumah Subsidi Buat Tukang Bakso Hingga Tukang Sayur
-
Di Tengah Isu Korupsi Bank BJB, Nama Ridwan Kamil Dikaitkan dengan Lisa Mariana
-
Para Pengembang Mulai Beralih ke Bisnis Properti Syariah Tanpa Riba
-
Cek Fakta: Ridwan Kamil Ditahan KPK Pertengahan Maret 2025
-
Tinjau Perumahan di Karawang, Menteri PKP Tekankan Pentingnya Pengembang Bertanggung Jawab
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri
-
Solo Tertibkan Parkir Liar, 6 Mobil Kena Tindak Tegas di Pasar Gede
-
Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan