SuaraSurakarta.id - Walau pemilihan presiden masih tiga tahun lagi, namun wacana siapa bakal calon presiden (capres) 2024 sudah ramai diperbincangkan publik. Khususnya di media sosial, sudah banyak nama-nama yang diprediksi bakal meramaikan bursa capres mendatang.
Salah satunya mencuat kabar Anies Baswedan akan dipinang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan Ganjar Pranowo akan berlabuh ke Partai Keadilan Sosial (PKS) untuk bertarung memperebutkan kursi panas bursa capres. Entah siapa yang pertama menyebarkannya, namun kabar itu akhir-akhir ini sedang mengemuka di media sosial.
Meski terdengar kurang masuk akal, kabar tersebut bisa saja terjadi. Mengingat perkembangan politik dalam beberapa tahun terakhir begitu dinamis. Hal ini juga diperkuat oleh Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Ade Armando menuturkan dinamika politik Indonesia saat ini bersifat cair dan pragmatis.
"Kalau PKS mengajukan nama Ganjar Pranowo dan PDIP mengajukan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, siapa yang akan anda pilih?," kata Ade Armando dikutip dari channel Youtube CokroTV, Kamis (27/05/2021).
"Pertanyaan ini mengemuka beberapa hari terakhir di media sosial. Entah siapa yang pertama menyebarkannya. Tapi ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik," lanjut Ade.
Lalu Ade Armando membagikan hasil survei Saiful Mujani Research Consulting mengenai calon terkuat pada bursa capres nanti. Meski Ganjar Pranowo masih terkuat, namun baru-baru ini Gubernur Jawa Tengah tersebut tak disenangi petinggi partai banteng.
"Saat ini popularitas Ganjar Pranowo sedang terus menanjak saat ini sudah mencapai angka 21,6%, sedangkan dukungan pesaing terdekatnya cukup jauh yakni Anies Baswedan. Suara Anies saat ini hanya 16%, Prabowo hanya 14%, Ridawal Kamil hanya 10% dan Bu Risma 7%," jelasnya.
Meski elektabilitas Ganjar tertinggi, tapi akan sulit baginya diusung PDIP untuk capres 2024 mendatang. Pasalnya petinggi PDIP telah secara terang-terangan tidak menyukai orang nomor satu di Jawa Tengah (Jateng) itu.
"PDIP tidak happy dengan Ganjar. Saya sudah lama mendengar, bahwa banyak orang PDIP tidak mendukung Ganjar. Sebagaimana pada 2014, banyak orang PDIP yang tidak suka juga dengan Jokowi. Saya tidak cukup mengenal PDIP untuk menjelaskan alasan ketidaksukaan mereka. Tapi yang jelas, mereka termasuk partai elite yang tidak suka dengan Ganjar," tambah Ade.
Baca Juga: Sebut TGUPP Anies Lebih Banyak Mudarat, Ketua DPRD DKI: Era Jokowi-Ahok Lebih Baik
Ade pun menjelaskan bukti PDIP tidak suka pada Gubernur Jateng yakni tak diundangnya Ganjar di acara pengarahan kader PDIP di Panti Marhaen Kota Semarang belum lama ini. Padahal seluruh kepala daerah yang merupakan kader partai banteng di wilayah tersebut diundang.
"Itu semua kode keras, bahwa PDIP tidak akan mendukung Ganjar ke kursi kepresidenan 2024. Karena itulah muncul dugaan PDIP akan mengajukan duet Prabowo-Puan atau Anies-Puan," ujarnya.
Jika keluar dari PDIP, maka PKS diyakini akan menjadi tempat pelabuhan Ganjar berikutnya. Memang sejauh ini hubungan PKS dengan Ganjar tak harmonis, bahkan saling bersebrangan. Namun hal itu bisa saja terjadi di dunia politik.
"Tapi bagaimana jika dengan alasan strategis, PKS justru mendukung Ganjar, karena mereka sadar, bahwa peluang Ganjar memang jauh diatas peluang Prabowo atau Anies," ungkapnya.
Jika hal tersebut terjadi, maka dinamika perpolitikan nasional bisa berubah total. Sebagai langkah pragmatis, PDIP berpeluang besar menggandeng Anies Baswedan dan menduetkannya dengan Puan Maharani.
"Duet ini merupakan langkah pragmatis PDIP semata. Diduga Bu Mega bersikeras membawa putrinya ke tampuk kepresidenan. Namun persoalannya suara dukungan untuk Puan masih terlalu kecil. Jadi bisa dibilang Puan tidak akan punya harapan untuk maju sebagai capres, karena itu target diturunkan, kalaupun ngga jadi presiden. Wapres pun jadi," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino