Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 20 April 2021 | 14:32 WIB
Tubuh tenuh Tato, napi Rutan Kelas IA Surakarta merdu lantunkan ayat suci Alquran. [Suara.com/Budi Kusumo]

"insya Allah tujuan kami untuk meningkatkan akhlak dan keimanan warga binaan ini betul-betul tercapai," jelasnya.

"Untuk peserta tidak semua, kita pilih 100 warga binaan yang menurut tim kerohanian, dinilai bisa mengikuti proses pesantren kilat secara serius. Untuk sesinya kita bagi dua gelombang. Minggu ini 50 orang, minggu depan 50 orang," imbuh Urip.

Beberapa program sendiri, kata Urip, ada beberapa, selain one day one juz, masih ada tadarus malam, salat taawih berjamaah, ceramah dari pemuka agama dan giat lainnya. 

"Salama jalannya pesantren kilat akan kita nilai, 10 peserta dengan nilai tertinggi akan mendapat reward. Reward ini berupa sesuatu hal yang selama ini mereka nanti-nantikan," katanya.

Baca Juga: Kisah Marup, Lansia 71 Tahun yang Belajar Mengaji di Pondok Iqro PAUL

Kontributor : Budi Kusumo

Load More