SuaraSurakarta.id - Tak ada kata terlambat bagi setiap umat manusia untuk bertaubat menjemput dan meraih ampunan Allah SWT.
Bertaubat memang tak mudah, butuh keyakinan dan tekad yang kuat untuk menjalani itu semua. Termasuk Wahyudi. Meski tubuhnya penuh tato dari ujung kepala hingga kaki tak mengurungkan niatnya untuk bertaubat.
Dengan fasih dan suara merdu, warga binaan Rutan Kelas IA Surakarta ini membaca ayat suci Alquran untuk mengisi hari harinya di bulan suci Ramadhan.
Dia bersama ratusan warga binaan lainya mengikuti program Pesantren kilat. Kebetulan Senin (19/4) kemarin merupakan sesi One Day One Juz.
Baca Juga: Kisah Marup, Lansia 71 Tahun yang Belajar Mengaji di Pondok Iqro PAUL
Dia merasa Ramadhan kali ini sangat bermakna, sebab baru kemarin dia kembali membuka buku Alquran setelah lama tak membaca ayat-ayat dari Kitab Suci.
Kembali belajar, tuturnya ketika ditanya usai membaca Surat Az-Zuriyat. Meski begitu, baginya tidak akan sulit selagi masih ada niat.
"Saya sudah mantep. Semoga bisa qatam sepanjang bulan puasa ini," ujar Wahyudi.
Wahyudi sendiri bisa masuk jeruji besi karena terjerat kasus Narkoba. Dia ditangkap Jajaran Polda Jateng dikawasan Purwosari.
"Belum vonis. Masih proses sidang. Ini baru pertama kali tertangkap," pungkasnya
Baca Juga: 20 Ribu Alquran Diwakafkan untuk Sumut
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IA Surakarta, Urip Dharma Yoga menuturkan kalau agenda pesantren ini merupakan cara rutan agar para warga binaan bisa lebih memperdalam ilmu-ilmu agama.
"insya Allah tujuan kami untuk meningkatkan akhlak dan keimanan warga binaan ini betul-betul tercapai," jelasnya.
"Untuk peserta tidak semua, kita pilih 100 warga binaan yang menurut tim kerohanian, dinilai bisa mengikuti proses pesantren kilat secara serius. Untuk sesinya kita bagi dua gelombang. Minggu ini 50 orang, minggu depan 50 orang," imbuh Urip.
Beberapa program sendiri, kata Urip, ada beberapa, selain one day one juz, masih ada tadarus malam, salat taawih berjamaah, ceramah dari pemuka agama dan giat lainnya.
"Salama jalannya pesantren kilat akan kita nilai, 10 peserta dengan nilai tertinggi akan mendapat reward. Reward ini berupa sesuatu hal yang selama ini mereka nanti-nantikan," katanya.
Kontributor : Budi Kusumo
Berita Terkait
-
Pencapaian Sohwa Halilintar Bikin Takjub, Ini Keutamaan Khatam Alquran di Bulan Ramadan
-
Pengertian Itikaf, Amalan hingga Syarat-syaratnya
-
10 Keajaiban Khatam Al Quran di Bulan Ramadan: Lebih dari Sekadar Pahala
-
Peringati Nuzulul Quran, APP & Sinar Mas Wakafkan 5.000 Alquran ke Masjid Istiqlal
-
Buta Sejak Kecil, Pria Kediri Ini Justru Jadi Hafiz Qur'an dan Inspirasi Banyak Orang
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Tewaskan Bocah 12 Tahun, Ini Kronologi Pohon Tumbang di Bumi Sekipan Tawangmangu
-
Lebaran Kelabu: Pohon Tumbang di Bumi Sekipan Tawangmangu, Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total