SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka selalu aktif alias gerak cepat (gercep) memantau media sosial (medsos). Karena dari medsos itu banyak menyumbangkan unek-uneknya untuk memperbaiki Kota Solo.
Tak jarang putra sulung Presiden Jokowi sering mengomentari jika ada keluhan dari masyarakat. Bahkan ia merasa senang semakin sering dikirimi foto-foto, seperti sopir Batik Solo Trans (BST) yang ugal-ugalan, aspal yang rusak, atau drainase yang mampet.
"Harus aktif memantau di medsos baik yang ada Unit Layanan Aduan Surakarta (Ulas) atau yang whatshaap langsung ke saya," terang Gibran saat ditemui di Balaikota Solo, Kamis (15/4/2021).
Ia sangat berterima kasih dengan adanya medsos, karena lewat banyak ditemukan keluhan dari masyarakat. Sehingga bisa segera ditindaklanjuti atau ditangani.
"Masyarakat silahkan ada unek-uneknya atau keluhan apa sampaikan ke saya. Kita ada tim khusus untuk menangani itu dan pasti langsung ditangani masing-masing oleh dinas terkait," ungkap dia.
Menurutnya, ini tiap hari ada. Kayak tadi yang lagi ramai memasang bendera-bendera di jalan yang berlubang dan itu langsung diaspal jadi cepat selesai.
"Kita tiap hari ada. Ada foto lebih baik lagi, jadi dinas-dinas terkait bisa langsung action. Kita pengin yang cepat-cepat saja," katanya.
Gibran ingin agar masyarakat selalu aktif. Karena yang bangun kotanya bukan wali kota tapi masyarakat ikut bangun.
"Masyarakat harus aktif. Ini ada tim sendiri yang bukain atau memantau medsos" imbuh dia.
Baca Juga: Gibran Sebut Tak akan Mempersulit Warga yang Mudik ke Kota Solo
Terkait sopir BST yang ugal-ugalan Gibran meminta maaf ketidak nyamanan ini untuk masyarakat yang merasa dirugikan.
"Sudah kita ditegur dan sudah minta maaf. Sudah ada pernyataan tertulisnya juga, nanti saya evaluasi lagi," ucapnya.
Nanti untuk sopir-sopir BST lain akan di briefing lagi biar tidak ugal-ugalan, apalagi di Jalan Slamet Riyadi sudah punya jalur sendiri.
Selain BST juga sopir feeder mau di briefing lagi agar lebih sopan, biar penumpang dan pengguna jalan nyaman "Itu akan kita evaluasi lagi dan Ini menjadi pelajaran saya juga," papar dia.
Gibran menambahkan, mereka memang ditarget waktu berapa menit dari satu halte ke halte lain.
"Saya tahu ada presser di situ. Tapi sekali lagi tidak perlu ugal-ugalan, apalagi sekarang ada beberapa titik-titik kemacetan di Solo," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
-
Bukan di DPR, Front Mahasiswa Nasional Pilih Demo di Istana untuk Sampaikan 10 Tuntutan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
Terkini
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok
-
Panas! Keraton Solo Gelar Dua Kirab Grebeg Mulud Sekaligus, Kubu Purboyo Ungkap Dugaan Sabotase
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Duh! Gusti Moeng Diancam Disomasi 2x24 Jam dan Dituduh Curi Gamelan Sekaten