SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih belum memuaskan dalam capaian Monitoring Control for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Untuk daerah di Soloraya, Kabupaten Boyolali menempati peringkat pertama, bahkan tiga tahun terakhir secara berturut-turut selalu mendapat penghargaan.
MCP merupakan sarana untuk memonitor pemerintahan di daerah.
"Boyolali tertinggi dalam capaian MCP di Soloraya, bahkan selama dua atau tiga tahun terakhir selalu menduduki ranking 10 besar. Makanya tadi saya bilang, belajar dong dengan Boyolali apa yang dilakukan, untuk Solo bisa tanya ke Mas Gibran," terang Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat ditemui usai Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di lingkungan pemerintahan daerah di Soloraya di Balai Kota Solo, Selasa (23/3/2021).
Menurutnya, dalam MCP ini ada angkanya dan setiap tahun dilihat serta ada intensifnya. Di mana jika capaian MCPnya di atas 80 itu akan ada intensifnya, karena prinsipnya sektor-sektor yang ada di institusi adalah penguatan terhadap sistem pengendalian internal pemerintah.
"Kalau sistem pengendalian internal pemerintahannya kuat, diharapkan semakit sempit ruang terjadinya tindak korupsi," ungkap dia.
Namun, meski capaian MCPnya tinggi, bukan berati di daerah itu tidak ada korupsi. Tetapi paling tidak inspektoratnya berfungsi dengan baik, sehingga penyimpangan itu bisa diketahui di awal dan bisa segera dilakukan perbaikan lewat mekanisme internal sebelum tercium aparat penegak hukum.
"Meski MCP tinggi, tidak berati di daerah tidak ada korupsi. Peran Inspektorat sangat penting dan dioptimalkan untuk mencegah adanya korupsi," katanya.
Lanjut dia, KPK akan mengingatkan jika angka capaian MCP pemerintah daerah rendah. Sarana rapat koordinasi ini juga menjadi sarana KPK untuk mengingatkan di mana titik lemahnya.
Baca Juga: Dugaan Gratifikasi di Pemkot Batu, Sekda hingga Pengusaha Diperiksa KPK
"Kalau angkanya rendah akan kita ingatkan. Kita menilai juga capaian MCP tinggi dilihat juga dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah, jadi ada korelasinya, terkait pengadaan barang dan jasa misalnya kalau MCP rendah berati ada kemungkinan para kontraktor bermain-main," papar dia.
Pada kesempatan ini KPK juga mendorong peningkatan tata kelola di pemerintah daerah diberbagai bidang, seperti di bidang perencanaan dan penganggaran, bidang pengadaan barang dan jasa, manajemen ASN atau pengawasan.
Karena beberapa hal itu dinilai menjadi titik lemah bagi pemerintah daerah, sehingga menimbulkan peluang terjadinya tindak pidana korupsi.
"Ini supervisi pencegahan tindak korupsi di daerah. Intinya apa, KPK mendorong peningkatan tata kelola di pemerintah di daerah," imbuhnya.
Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan jika Solo masih perlu banyak berbenah agar MCPnya naik. Nanti bisa dikawal dan didampingi dari KPK.
"Solo masih di bawah, angkanya sekitar 71,7. Nanti kita perbaiki, masih ada waktu dua bulan untuk memperbaiki," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Budaya Antikorupsi Diperkuat, BRI Gelar PELOPOR 2026 Bersama KPK
-
METRO Modest Fashion Week 2026 Digelar di Solo, Syariah Card Melonjak 95 Persen
-
Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab
-
Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026
-
Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo