SuaraSurakarta.id - Seorang bocah asal Malaysia bernama Mikail, mengajarkan semua orang bagaimana mensyukuri fisik yang diberikan Tuhan, meski dengan banyak keterbatasan.
Kisah trenyuh itu dibagikan akun Instagram @wowunix mengenai kondisi bocah delapan tahun yang tak tumbuh berkembang seperti anak pada umumnya.
Dalam caption beserta foto yang diunggah, akun itu menceritakan saat itu sepulang sekolah ibunya bernama Tata bertanya kepada Mikail yang pulang dengan raut kesedihan.
Mulanya Mikail tak mau menjawab, namun setelah didesak dia berkata bahwa dirinya baru saja dibully teman-teman sekolahnya karena fisiknya. Perkataan seperti cebol, tuyul, hingga boneka menerpa Mikail.
Dengan tergetar menahan tangis dan emosi Tata bertanya lagi.
"Lalu... Apa yg kau lakukan Nak...," tanya sang ibu.
"Aku hanya berkata, Allah sudah beri badan aku seperti ini. Jadi masalahnya di mana? Aku tak marah Allah kasih aku seperti ini, lalu mengapa kalian ejek aku," ujar Mikail. Dia lantas berkata bahwa pembullynya langsung diam dan pergi," ungkap Mikail
Tata langsung memeluk anak satu-satunya dengan penuh kasih sayang. Tak ada yang diucapkan Tata selain mendekap putranya tercinta. Ibu mana yang tega anaknya dibully.
Tata sekuat tenaga menahan tangisnya yang hampir meledak, dia tak mau Mikail menjadi anak yang lemah. Seumur hidup Mikail akan berjumpa orang-orang yang akan membully fisiknya, Tata sadar itu.
Baca Juga: Kerap jadi Sasaran Bullying, Serda Aprilla Manganang: Sekarang Saya Bahagia
Sontak saja, unggahan itu langsung mendapat beragam komentar warganet yang trenyuh dengan kondisi yang dialami sang bocah.
"Selalu menebarkan kebaikan sesuai ajaran Allah SWT ya nak," tulis @angg*****.
"Semangat terus ya sayang. Yang penting Mikail jadi anak yangg sholeh buat ibu sama bapak," tambah @riicri****.
"Anak kuat, anak hebat, Insya Allah suksesss," tulis warganet lain @aa****.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin