SuaraSurakarta.id - Bersih-bersih praktik prostitusi di Kota Solo terus gencar dilakukan seiring target Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang ingin memberantas penyakit masyarakat (pekat).
Terbaru, giliran 10 orang pekerja seks komersial (PSK) yang dikukut jajaran Polresta Surakarta, Selasa (2/3/2021) malam. Mereka diamankan dari tiga lokasi berbeda di Kecamatan Laweyan, Selasa (2/3/2021) malam.
Ini merupakan operasi lanjutan yang dilakukan Polresta Solo setelah sebelumnya menggelar razia di wilayah Kestalan dan Banjarsari. Pada operasi pekat akhir pekan lalu itu, aparat mengamankan 36 PSK.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, seluruh PSK yang ditangkap dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Solo untuk mengikuti berbagai pelatihan selama enam bulan. Setelah mendapat pelatikan diharapkan para PSK itu tidak kembali terjun ke dunia prostitusi.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (3/3/2021) malam, mengatakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan melalui Operasi Bebas Pekat menjadi program unggulan mewujudukan Solo Bebas Pekat.
Menurutnya, operasi digelar pukul 22.00 WIB hingga dini hari. Seusai dikukut, 10 PSK Solo itu didata. Dari pendataan diketahui sembilan orang merupakan pendatang dari kota di Jawa Tengah dan satu orang merupakan warga Solo.
Kepolisian juga memproses berkas perkara tindak pidana ringan (tipiring) atas kegiatan mereka. “Kami konsisten dan satu frekuensi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewujudkan Solo aman, damai, dan sehat,” papar Kapolresta.
Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Polresta Solo bersama Pemkot Solo menggelar operasi gabungan di wilayah Kestalan dan Gilingan. Dalam operasi yang dihadiri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, itu, personel gabungan menangkap 36 PSK.
Wali Kota Solo Gibran menyampaikan dalam razia pekat wilayah di Gilingan dan Kestalan seluruh PSK yang ditangkap akan dibina oleh Dinas Sosial.
Baca Juga: Tuan Rumah Piala Menpora, Gibran: Solo Sangat Siap
Ia mengakui selama blusukan, ia banyak memperoleh keluhan masyakat tentang aktivitas yang meresahkan. Sebanyak 36 orang PSK itu mayoritas warga luar Kota Solo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kejagung Tinjau Masjid Sriwedari Solo yang Mangkrak sejak 2021, Pembangunan Bakal Dilanjutkan?
-
Terungkap Kasus Penimbunan Solar Subsidi Ilegal di Klaten, Omzet Pelaku Rp200 Juta per Bulan
-
Melihat Masa Depan Fintech Indonesia Melalui Karya Pemenang FutureFin AdaKami dan UNS
-
Solar Mahal Gila! Pakar Ungkap Trik Rahasia Hemat BBM Mobil Diesel, Bukan Cuma Soal 'Kaki Kanan'