SuaraSurakarta.id - Masih ingat sosok Muhammad Fauzi (5), bocah yatim asal Sragen yang mengalami tangan melepuh diduga korban malpraktik oleh terapis di sebuah pengobatan alternatif?
Kini, bocah malang itu harus menerima kenyataan pahit setelah tangan kanannya itu harus diamputasi akibat menjadi korban malapraktik.
Sebelumnya, tangan kanan bocah Sragen itu melepuh akibat kesalahan penanganan atau malapraktik oleh terapis di sebuah tempat pengobatan alternatif.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, tim dokter dari RS Ortopedi Prof dr. Soeharso Solo pada Kamis (18/2/2021) lalu, terpaksa mengambil tindakan untuk mengamputasi lengan kanan Fauzi karena dikhawatirkan infeksi bisa menjalar ke bagian tubuh lain.
Hingga Senin (22/2/2021) siang, bocah yang kehilangan ayahnya saat masih dalam kandungan ibunya itu masih menjalani perawatan di RS Ortopedi Solo. Beberapa hari setelah menjalani operasi amputasi, Fauzi tampak sudah mulai tenang.
Padahal, Fauzi akan berusia enam tahun pada 9 Maret 2021 nanti sehingga mendapat kado pahit yang tidak ia inginkan.
Bocah Sragen itu tidak lagi banyak menangis seperti saat menyadari lengan kanannya telah diamputasi akibat menjadi korban malapraktik salah satu terapis. Akan tetapi, Fauzi belum bisa diajak berkomunikasi. Ia lebih banyak terdiam.
“Mungkin masih sedih dan belum bisa menerima kenyataan kalau tangannya hilang satu,” ujar sukarelawan dari Komunitas Pecinta Alam dan Sosial (Kompas) Sukodono, Setyanto Agung Wibowo, kepada Solopos.com.
Rencananya, Fauzi baru diperbolehkan pulang pada Senin sore. Kepulangan Fuzi dijemput oleh sukarelawan dari Kompas. Agung mengakui salah satu hal yang dibutuhkan Fauzi setelah kehilangan satu lengannya adalah dorongan motivasi.
Baca Juga: Tangan Bocah Yatim Melepuh Diduga Korban Malpraktik
“Semoga psikologis dan semangatnya bangkit lagi,” papar Agung yang tak kuasa menahan air mata saat menunggui Fauzi menjalani amputasi lengan kanannya.
Diberitakan sebelumnya, kisah yang dialamj bocah yatim asal Dukuh/Desa Karanganom, RT 006, Kecamatan Sukodono, Sragen bermula ketika Fauzi bermain dengan teman-temannya pada 3 Februari 2021 lalu. Diduga karena dorongan tangan seorang teman, Fauzi terjatuh.
Ironisnya, tangan kanan yang menjadi tumpuan saat jatuh belum cukup kuat untuk menahan berat badan bocah tersebut.
Akibatnya, lengan kanan bocah yang masih duduk di bangku TK itu mengalami patah tulang.
Karena tidak punya cukup biaya untuk berobat ke rumah sakit, pihak keluarga dan para tetangga menyarankan Fauzi dibawa ke sebuah pengobatan alternatif di Kecamatan Gesi.
Alih-alih sembuh, tangan kanan Fauzi justru melepuh setelah tiga hari diterapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Diprotes Ketua Gerindra soal Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo: Siap Salah!
-
Ikhyar Velayati: MBG Meningkatkan Ekonomi Nasional dan Menyerap Jutaan Tenaga Kerja
-
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
-
Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Jokowi: Yang Penting Proses Hukum Berjalan!
-
Presiden Prabowo Kirim Bunga Anggrek Unggu Kesukaan Jokowi di Ulang Tahunnya, Ini Pesannya