SuaraSurakarta.id - Mantan Menteri Kelatuan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberkan cuitan pedas berkaitan dengan musibah banjir yang melanda berbagai wilayah, termasuk di kawasan DKI Jakarta.
Salah satunya soal ramai di media sosial berkaitan dengan sebuah video dimana seorang warga menyalahkan air atas musibah banjir yang terjadi.
Sebuah video memperlihatkan kegeraman warga atas musibah banjir tersebut diunggah oleh salah satu akun di jejaring media sosial Twitter, @triwul82.
Geram lantaran rumhanya kebanjiran, dia pun menyindir pernyataan Anies Baswedan beberapa waktu lalu yang mengungkapkan proses sunnatullah air hujan yang masuk ke dalam tanah.
Baca Juga: Banjir Surut, Semua Rute Bus TransJakarta Beroperasi Kembali
Terdengar dalam video berdurasi 27 detik yang diunggah tersebut, dia mengatakan bahwa air itu keras kepala bahkan tidak takut dosa karena berani melawan perintah Anies Baswedan.
“Air, kalian benar-benar kepala batu ya, kalian enggak takut dosa apa? Disuruh Pak Anies itu masuk ke tanah bukan masuk ke rumah orang,” ujar bapak-bapak yang tak diketahui namanya itu.
“Kalian mau lewat gorong-gorong, kalian takut dosa juga kan melawan sunnatullah. Jangan masuk ke rumah orang, masuklah ke tanah ikuti perintah perintah Pak Anies dong, aduh air-air!,” tambahnya.
Susi pun memberikan kicauannya di akun jejaring media sosial Twitter pribadinya @susipudjiastuti berkaitan banyaknya warga yang menyalahkan alam sebagai penyebab banjir.
Susi mengungkapkan peristiwa yang baru-baru ini terjadi, seperti ketika banjir justru menyalahkan air, panas salah matahari, hingga tidak punya duit alias bokek menyalahkan uang.
Baca Juga: Gubernur Ganjar Pranowo: Semua Banjir, Jangan Saling Membully
Dia membagikan kutipan kata mutiara untuk hari ini berisi sindiran kepada sejumlah pihak yang kerap mencari-cari kesalahan.
“Selamat pagi semua, quote for today: Banjir yang salah air, panas yang salah matahari, bokek yang salah uang, saya bingung?,” kata Susi dilansir Hops.id, Senin (22/2/2021).
“Ke laut saja! Have a good day,” tambahnya.
Sebelumnya, terkait banjir menyalahkan air, seorang warganet juga membuat sebuah konten yang menyudutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal banjir yang sempat disampaikan saat masa kampanye Pilgub DKI 2017 silam.
Banjir kembali melanda sejumlah pemukiman di DKI Jakarta. Baru-baru ini seorang diduga warga di Ibu Kota yang kebanjiran, membuat sebuah video berisi pembicaraannya salahkan air lantaran tak mengikuti perintah dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal sunnatullah.
Berita Terkait
-
Ditanya Banjir Sampai Sampah saat Halalbihalal ke Megawati, Pramono: Alhamdulillah Bisa Kita Jawab
-
Giant Sea Wall: Solusi Banjir Rob Jakarta atau Proyek Ambisius Tanpa Dana Jelas?
-
Fantastis! Total Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Ternyata Tembus Rp1,7 Triliun
-
Pemerintah Bentuk Tim Mitigasi, Cegah Banjir Besar Jabodetabek dan Cianjur Terulang
-
Perusahaan Ban Asal Korsel Ini Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Korban Banjir
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri