SuaraSurakarta.id - Satreskrim Polresta Surakarta menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan perusakan barang atau orang sesuai pasal 170 ayat 1 KUHP yang terjadi di sebuah rumah di Jalan Setia Budi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, 19 Agustus 2019 silam.
Ketiganya tersangka adalah Zaenal Mustofa (50), Anis Darwadi (39), dan Dwi Novianto (43). Nama yang disebut pertama berprofesi sebagai pengacara.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memaparkan, pihaknya telah melaksanakan penyidikan dan penyelidikan, pembuktian, hingga mengumpulkan alat bukti.
"Hasil gelar perkara penentuan tersangka dalam kasus yang terjadi, kemudian menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," kata Ade Safri kepada awak media, Sabtu (14/2/2021).
Ade memaparkan, penyidikan akan terus dilakukan hingga penuntasan penyelesaian hukum dalam kasus intoleransi tersebut.
"Sebagaimana komitmen awal bahwa tidak boleh ada sedikit pun ruang bagi praktek premanisme, kekerasan, intoleran, dan radikalisme. Pasti akan kita tabrak dengan prosedur hukum yang berlaku," tegas perwira polisi berpangkat melati tiga tersebut.
Zaenal Mustofa saat dikonfirmasi membenarkan perihal penetapan tersangka kasus penyerangan tersebut.
"Ini sudah dapat surat, hari Senin nanti pemeriksaan. Untuk Anis dan Dwi pemeriksaan Rabu didampingi DPC Peradi," tegasnya.
Di sisi lain, pengacara korban Asri Purwanti mengapresiasi langkah Polresta Surakarta yang kembali melanjutkan kasus tersebut. Menurutnya, kejadian yang terjadi 2019 itu menimbulkan trauma yang cukup besar. Bahkan salah satu korban telah meninggal dunia.
Baca Juga: Polresta Surakarta Gelar Rekonstruksi Penyerangan BPR, Ini Faktanya!
"Perkara ini sejak lama atau Februari 2019 terus berlanjut pada 19 Agusuts. Kami laporkan tindakan pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan seorang lawyer yang membawa beberapa orang. Itu suatu perbuatan yang tidak dibenarkan di Indonesia," ungkapnya.
Asri mengaku dirinya saat itu berada di lokasi kejadian melihat langsung pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan kepada cliennya.
"Kejadian pagi dan sore hari. Saya datang sore ternyata masih banyak orang. Video dan bukti foto kami punya," pungkas Asri.
Seperti diketahui, kasus penganiayaan dan pengrusakan itu diduga akibat sengketa lahan sebuah rumah di Jalan Setia Budi, Kelurahan Gilingan.
Pada kejadian yang berlangsung 19 Agustus itu sempat terjadi keributan sekitar pukul 15.30 WIB oleh dua kelompok yang berseteru di lokasi itu.
Sejumlah anggota polisi juga mengamankan di lokasi keributan. Bahkan, Wakapolresta Surakarta yang saat itu dijabat AKBP Andy Rifai juga nampak di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Solar Mahal Gila! Pakar Ungkap Trik Rahasia Hemat BBM Mobil Diesel, Bukan Cuma Soal 'Kaki Kanan'
-
Anti Mainstream! 5 Mobil Bekas Rp40 Jutaan Irit dan Nyaman, Fitur Mewah yang Sering Dilupakan
-
Detik-detik Terakhir Istri Abu Bakar Ba'asyir Sebelum Berpulang: Sempat Pasrah dan Berdzikir
-
Kabar Duka, Istri Abu Bakar Ba'asyir Meninggal Dunia
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!