SuaraSurakarta.id - Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 meniggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di Sragen, terdapat dua saudara yang menjadi korban jatuhnya pesawat di perairan pulau seribu DKI Jakarta itu.
Setelah 20 hari, jasad Suyanto dan Riyanto, kakak beradik asal Sragen ini akhirnya telah teridentifikasi. Pihak keluarga pun tak kuasa menahan haru mendapat kabar tersebut.
Sri Wisnuwati dan Ernawati, istri dari kedua korban, merasa lega. Akhirnya jasad suami mereka bisa teridentifikasi Jumat (29/1/2021) lalu.
“Alhamdulillah jenazah sudah teridentifikasi. Ya, kami menunggu selama 20 hari. Saya tak memiliki firasat apa pun. Tetapi saya bermimpi ditemui suami sampai tiga kali dalam waktu penantian itu. Mimpi terakhir terjadi pada Kamis (28/1/2021) malam. Saat bertemu beliau tersenyum dan kelihatan bahagia. Kalau anak saya selalu tanya ayahnya setiap bangun tidur,” kata Sri dilansir dari Solopos.com, Sabtu (30/1/2021).
Wahyono, 50, ketua RT 017 Tengaran, Katelan, Tangen, Sragen menyebut, selama masa penantian itu, keluarga Suyanto dan Riyanto terus melantunkan tahlilan selama tujuh hari. Setelah mendengar kepastian identifikasi jasat suami mereka, keluarga juga kembali melakukan tahlilan pada Jumat malam.
“Ya, semalam setelah mendapat kepastian jenazah yang teridentifikasi itu, keluarga langsung menggelar tahlilan bersama Jemaah masjid terdekat. Tetangga setempat setiap malamnya datang untuk menguatkan mereka selama masa menunggu itu. Sekarang tinggal menunggu pemulangan jenazah,” ujar Wahyono.
Mata Sri dan Erna masih terlihat sembab. Air mata mereka tak bisa terbendung dengan kedukaan yang mendalam atas meninggalnya Suyanto dan Riyanto dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada 9 Januarri 2021 lalu.
Sri tak bisa mengungkapkan kata-kata di hadapan Bupati dan pejabat PT Jasa Raharja dan wartawan. Saat diberi kesempatan bicara, Sri hanya bisa menggelengkan kepala.
Erna pun ikut menggelengkan kepala saat diminta Bupati untuk menyampaikan sesuatu. Erna mendengar kepastian identifikasi jenazah suaminya pada pada Jumat, pukul 14.30 WIB.
Baca Juga: Ruas Tol Sragen Kembali Memakan Korban, Kini Mobil Lazismu Jepara Terguling
Ia menerima kabar itu dari kakaknya yang nomor dua, Suparno, yang berada di Jakarta. Untuk pemulangan jenazah suami dan kakaknya, Erna masih menunggu kabar berikutnya dari Suparno.
Santunan
Sejak Sabtu (30/1/2021) pagi, kedaiaman Riyanto, 32, yang terletak di Dukuh Tengaran RT 017/RW 006, Katelan, Tangen, Sragen, itu ramai. Camat dan sejumlah pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Polsek Tangen, dan PT Jasa Raharja Sragen dan Jawa Tengah memadati tempat itu.
Mereka menunggu kedatangan rombongan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kepala PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah Jahja Joel Lami dan pejabat Polres Sragen. Bupati dan PT Jasa Raharja menyerahkan santunan senilai Rp50 juta kepada keluarga Ernawati di dukuh setempat.
Bantuan yang sama juga diberikan kepada kakaknya, Sri Wisnuwati, yang juga istri dari Suyanto, 40, yang tinggal di Dukuh Girimulyo RT 018, Desa Katelan, Tangen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu