SuaraSurakarta.id - Pemerintah pusat bakal memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021.
Namun, rencana itu mendapat respon pro dan kontra, serta banyak pihak yang tak setuju dengan perpanjangan tersebut.
Salah satu tokoh Kota Solo, BRM Kusumo Putro menilai PPKM dapat memicu permasalahan sosial yang lebih besar di masyarakat, terutama hantaman di sektor ekonomi.
"PPKM bakal menyengsarakan roda usaha dan perekonomian masyarakat kecil karena adanya perbedaan perlakuan, tanpa diimbangi dengan solusi," kata Kusumo, Minggu (24/1/2021).
Kusumo menambahkan, dibanding memperpanjang PPKM, lebih baik pemerintah membuat kebijakan untuk program vaksinasi Covid-19 yang sudah mulai dilaksanakan.
Selain itu, lanjut dia, langkah yang paling tepat saat ini adalah menanamkan disiplin masyarakat dan pengawasan intensif kepatuhan protokol kesehatan.
"Itu menurut kami lebih tepat, dibandingkan membatasi operasional sejumlah usaha yang merupakan mata pencaharian sehari-hari masyarakat," tegasnya.
Sementara Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo memastikan adanya Surat Edaran (SE) baru dengan sejumlah penyesuaian jika PPKM diperpanjang.
"Memang Covid-19 ini harus dikendalikan. Namun perekonomian harus tetap bergerak, sehingga harus ditangani dengan kebijakan yang tepat," ujar Rudy, sapaan wali kota.
Baca Juga: Mundur Sebulan, Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Dijadwalkan Februari
Berita Terkait
-
Instruksi Bupati Bantul Direvisi, Jumlah Pegawai WFH Saat PTKM Ditambah
-
Tak Taat Aturan PTKM, 6 Kantor di DIY Belum Terapkan WFH
-
Sehari Diberlakukan PTKM di Bantul, Masih Banyak Pelanggaran Prokes
-
Langgar Ketentuan PTKM, Satpol PP Tutup 19 Toko di Kulon Progo
-
Hari Pertama, Wawali Kota Jogja Klaim PTKM Berjalan Efektif dan Kondusif
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa
-
Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026