SuaraSurakarta.id - Musim penghujan yang mengguyur wilayah Indonesia tak hanya menyebabkan genangan air maupun banjir di beberapa daerah.
Guyuran hujan dengan intensitas tinggi juga berdampak pada infrastruktur, terutama jalan yang mengalami kerusakan.
Berbicara mengenai kerusakan jalan, ada cerita menarik dari kisah rusaknya jalan penghubung antara Kota Solo dan Kabupaten Sragen.
Bahkan, kerusakan jalan itu sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda, seperti dilansir dari Solopos.com--jaringan Suara.com.
Setidaknya ada dua koran pada masa Hindia Belanda yang pernah menyoroti kerusakan jalan itu. Koran berbahasa Belanda, De Locomotief dalam reportase pada 4 Desember 1935 bahkan menyebut Solo-Sragen sebagai jalan terburuk di Vorstenlanden yang akan diperbaiki pada awal 1936.
"Vorstenlanden merupakan sebutan pemerintah Hindia Belanda untuk wilayah empat monarki pecahan Mataram Islam yakni Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran dan Kadipaten Mangkualaman," terang sejarawan Sragen, Johny Adhi Aryawan, kepada Solopos.com, Jumat (15/1/2021).
Sepuluh bulan kemudian, kata Johny, De Locomotief kembali memberitakan progres pengaspalan jalan Solo-Sragen.
Saat berita diturunkan, panjang ruas jalan yang belum diaspal tinggal 4 km. Diharapkan pekerjaan tuntas pada 1 November 1936.
Namun, hanya berselang dua tahun, kerusakan kembali terjadi di jalan Solo-Sragen. Kali ini, Koran Het Algeement Handelsblad dalam reportasenya menyebut jalan tersebut dengan istilah "lebih dari mengerikan."
Baca Juga: Selundupkan Sabu 6 kg di Lampu Sorot, 2 TKI Asal Madura Gagal Pulang
Koran berbahasa Belanda itu juga menyebut perbaikan jalan Solo-Sragen sepanjang 3 km di wilayah Palur melibatkan Mangkunegaran.
Kini, jalan Solo-Sragen berstatus sebagai jalan nasional. Meski demikian, kerusakan kerap muncul di sejumlah titik.
Selain berlubang, jalanan juga kerap bergelombang. Tanah yang labil dan banyaknya truk bertonase tinggi yang melintas menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan jalan.
Aspal jalan bergelombang umumnya terjadi di dekat persimpangan jalan. Hal ini disebabkan karena terlalu lama menahan beban truk bertonase tinggi yang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah.
Sejauh ini, perbaikan jalan Solo-Sragen baru sebatas tambal sulam. Kondisi jalan yang rusak itu tentu membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Tidak jarang warga mengalami kecelakaan tunggal setelah roda sepeda motornya terperosok lubang di jalan Solo-Sragen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!