SuaraSurakarta.id - Dunia dianggap gagap menghadapi pandemi virus corona penyebab sakit Covid-19. Akibatnya, ribuan nyawa meninggal dunia dalam waktu bersamaan akibat dari infeksi yang disebabkan oleh virus corona jenis baru tersebut.
Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin bercerita bagaimana dirinya teringat ucapan Bill Gates pada 2010 saat SARS CoV 1 melanda China.
Kata Menkes Budi, salah satu orang terkaya di dunia itu mengatakan banyak negara keliru menyiapkan sistem pertahanan untuk perang melawan manusia, bukan wabah.
Hingga pada akhirnya di 2019 akhir, virus SARS CoV 2 ditemukan dan berhasil meluluhlantakkan setiap sendi kehidupan manusia.
Terbukti hingga awal 2021, sudah hampir 2 juta warga dunia yang nyawanya terenggut akibat sakit Covid-19.
"Dia (Bill Gates) bilang bahwa, ini manusia salah nih mereka spending triliunan US dollar untuk membangun sistem persenjataan dan sistem pertahanan, seakan-akan nanti yang akan membunuh jutaan manusia adalah sesama manusia," ujar Menkes Budi dalam acara penandatanganan MoU Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ristek/BRIN terkait surveilans genom virus SARS CoV 2, Jumat (8/1/2021).
"Padahal ternyata bukan manusia yang membunuh jutaan manusia. Itu adalah yang namanya virus, sehingga sistem persenjataan dan sistem pertahanan yang dibangun tidak cocok untuk menghadapi virus," lanjut Menkes Budi.
Ketidaksiapan sistem pertahanan Indonesia dan banyak negara di dunia ini akhirnya diungkap Menkes Budi, membuat banyak pihak kewalahan karena virus sudah menyerang dan menyusup, di saat sistem pertahanan yang dibangun tidak mampu mendeteksi keberadaan virus.
"Kita tidak memiliki peralatan, kita tidak memiliki tools, kita tidak memiliki proses untuk mengetahui apakah musuhnya sudah menyusup atau tidak," ungkap Menkes Budi.
Baca Juga: Susan Sameh Jualan Jamu Gara-Gara Pandemi Virus Corona
Untuk mencegah hal ini kembali terulang, khususnya untuk mendeteksi varian baru virus corona di Indonesia, yang menurut penelitian menular 70 persen lebih cepat, maka kerjasama Kemenkes dan Kemenristek/BRIN terjalin.
Salah satunya untuk meneliti dan menelusuri jejak mutasi atau kemunculan strain baru virus corona di Indonesia dengan metode surveilans genomic, sehingga penanganan dan pengobatan Covid-19 di tanah air bisa lebih cepat dan akurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!