Kane Tanaka ketika merayakan penobatannya sebagai manusia tertua di dunia di usia 116 tahun 66 hari pada 9 Maret 2019 lalu. [AFP/Jiji Press]
SuaraSurakarta.id - Kane Tanaka, perempuan asal Jepang yang dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai orang paling tua di dunia, memasuki usia 118 tahun pada Sabtu (2/1/2021).
Tanaka yang lahir pada 2 Januari 1903 merayakan hari jadi ke 118 tahun di panti jompo di Fukuoka, Jepang, tempat ia tinggal, demikian laporan NHK.
Menurut NHK, Tanaka merayakan ulang tahunnya, bertepuk tangan dan berharap akan selalu sehat hingga usia 120 tahun.
Tanaka berada dalam kondisi sehat, makan sehari tiga kali serta melakukan olahraga, saat dirinya "hampir tidak mempunyai kesempatan" untuk bertemu dengan kerabatnya lantaran aturan COVID-19, tambahnya. [Anadolu/Antara]
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta
-
Dua Residivis Curanmor Ditangkap Polresta Solo, Gasak Motor dan Ponsel Warga yang Tertidur
-
Viral Dugaan Pelecehan SPG Sami Luwes Solo, Polisi Kejar Pelaku Lewat Rekaman CCTV
-
Jokowi Respon Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Oleh Polda Metro Jaya, Bakal Hadir di Persidangan
-
Bertahun-tahun Dikeluhkan, Jalan Rusak Parah di Sragen Akhirnya Diperbaiki hingga Rp38,2 Miliar