Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

PSSI memperkuat pembinaan talenta muda di Solo dengan mengintegrasikan latihan sepak bola dan pendidikan formal melalui kemitraan sekolah serta pembagian 1.000 bola.

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 07 November 2026 | 18:06 WIB
Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah
Pembagian 1.000 bola ke Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Solo dan SMA Negeri 4 Solo. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • PSSI membagikan seribu bola ke SKO Solo dan SMA Negeri 4 Solo pada Kamis, 5 November 2026.
  • Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers menyatakan Solo menjadi lokasi Akademi Nasional untuk mempersiapkan talenta Timnas Indonesia.
  • Kepala SMAN 4 Solo Harmini mengapresiasi kemitraan pendidikan fleksibel agar siswa berprestasi tetap mendapat bekal masa depan.

SuaraSurakarta.id - Kota Solo semakin diperkuat sebagai salah satu pusat pembinaan talenta sepak bola masa depan Indonesia. PSSI tidak hanya mengembangkan kemampuan pemain melalui Akademi Nasional PSSI atau Garuda United, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan yang mengintegrasikan latihan sepak bola dan pendidikan formal.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program pembagian 1.000 bola kepada dua lembaga pendidikan di Solo, yakni Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Solo dan SMA Negeri 4 Solo, Kamis (5/11/2026).

Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Menurutnya, Solo memiliki peran strategis dalam pengembangan pemain muda karena menjadi lokasi Akademi Nasional PSSI atau Garuda United yang mempersiapkan talenta potensial untuk memperkuat Timnas Indonesia pada masa mendatang.

“Akademi Nasional PSSI atau Garuda United berbasis di Solo. Para pemain berlatih setiap hari di sini untuk mempersiapkan pemain-pemain masa depan Timnas. Kami tidak hanya berfokus pada pengembangan pemain, tetapi juga menerapkan pendekatan holistik untuk membentuk kepribadian masing-masing individu,” ujar Alexander.

Baca Juga:Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Alexander menjelaskan, pembinaan pemain usia muda tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis dan prestasi di lapangan. Aspek pendidikan serta pembentukan karakter juga harus menjadi perhatian agar para pemain memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi masa depan.

Terlebih, aktivitas pemain akademi terbilang padat. Mereka dapat menjalani latihan hingga dua kali sehari. Kondisi tersebut membuat PSSI menjalin kemitraan dengan sejumlah sekolah di Solo untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel bagi para pemain.

“Selain sepak bola, mereka juga membutuhkan bekal untuk pekerjaan dan masa depan. Oleh sebab itu, kami bermitra dengan sekolah di Solo yang sangat membantu menyediakan program pendidikan fleksibel sesuai kebutuhan pengembangan pemain,” terangnya.

Alexander juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Solo, pihak sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan yang turut mendukung program pembinaan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan pemain muda.

Dukungan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Negeri 4 Solo Harmini. Dia mengapresiasi perhatian PSSI terhadap pengembangan sepak bola sekaligus keberlangsungan pendidikan para pemain kelompok usia U-15 dan U-17 yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Baca Juga:MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah membantu memfasilitasi pendidikan bagi siswa kelompok usia U-15 dan U-17 di SMA 4 Solo dengan adanya program 1.000 bola ini,” ungkap Harmini.

Harmini berharap keberadaan Akademi Nasional PSSI dapat memberikan manfaat lebih luas bagi para siswa. Menurutnya, pencapaian prestasi di bidang olahraga harus berjalan beriringan dengan pendidikan formal sehingga para pemain tetap memiliki bekal untuk menjalani kehidupan setelah berkarier sebagai atlet.

“Harapannya, melalui akademi ini, para siswa tidak hanya mampu meraih prestasi di bidang sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan yang baik. Jadi, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga memperhatikan masa depan pendidikan para pemain,” pungkasnya.

Melalui program pembagian 1.000 bola dan kemitraan dengan lembaga pendidikan, PSSI berupaya memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia muda di Solo. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia, tetapi juga membentuk generasi pesepak bola yang memiliki karakter dan pendidikan sebagai bekal masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak