Untuk bahannya itu cukup mudah sebenarnya. Ada santan, tepung hunkwe, pandan, gula dan vanila jadi aman. Dalam satu hari itu bisa memproduksi 800 potong es gabus.
"Bahannya mudah. Kalau yang rasa, seperti stroberi, kami pakai asli sehingga rasanya khas," papar dia.
Untuk penjualan secara sudah mencapai area Jawa, seperti Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Lamongan, Magetan hingga beberapa tempat lain.
"Harapannya es jadul 90-an ini tidak hanya di area jawa tapi tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri," tandasnya.
Baca Juga:Serikat Kawula Sedasa Rangkul Pengemudi Ojek Online Menangkan Gusti Bhre di Pilkada Solo 2024
Yusuf mengakui selama ini proses penjualan tidak selalu untung, adakalanya juga rugi. Biasanya penghujan itu penjualan menurun termasuk saat kasus Covid-19 kemarin.
"Kalau cuaca panas itu penjualan meningkat. Rata-rata omset perbulan itu Rp 20 juta hingga Rp 40 juta," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto