Babe Cabita Meninggal dan Misteri di Balik Tubuh Lemah: Ahli Ungkap Penyebab Anemia Aplastik

Masyarakat digemparkan dengan meninggalnya Babe Cabita, Selasa (9/4/2024) pukul 06.38 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 10 April 2024 | 18:53 WIB
Babe Cabita Meninggal dan Misteri di Balik Tubuh Lemah: Ahli Ungkap Penyebab Anemia Aplastik
Potret Kenangan Babe Cabita bareng Istri (Instagram/@fatiyw)

Gejala lain yang dirasakan karena kekurangan keping darah yaitu mudah mengalami memar, muncul lebam kebiruan pada kulit bahkan saat tidak mengalami benturan dengan sebab yang jelas hingga sering mimisan. 

Ia menyarankan agar penyakit tersebut tidak menyebabkan perburukan gejala, masyarakat segera melakukan deteksi dan mengakses pengobatan secara dini. Skrining kesehatan dapat dilakukan secara berkala per enam bulan sekali.

Salah satu contoh program deteksi dini yang diberikan pemerintah secara gratis yaitu program calon pengantin yang mencakup pemeriksaan darah kedua calon dan pemeriksaan ibu hamil. 

Sementara pada anak-anak dengan riwayat keturunan kanker seperti kanker darah atau autoimun, dianjurkan untuk melakukan skrining darah secara berkala enam atau 12 bulan sekali dengan pemeriksaan hematologi lengkap, bahkan sesuai anjuran dokter bisa jadi diperiksakan bone marrow puncture dan Red Blood Cell Distribution Width (RDW) untuk mengukur kisaran ukuran sel darah merah.

Baca Juga:Pemilu 2024 Tingkatkan Risiko Depresi? Ini Kata Peneliti Kesehatan

"Selain menjaga pola hidup sehat, ada baiknya kita segera periksakan darah lengkap secara gratis dengan BPJS di puskesmas terdekat atau mandiri," kata Ngabila. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini