Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna mengungkapkan, simbolisasi penyerahan sertifikat Gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda dikemas melalui konser akbar di hadapan ribuan penonton.
Dia berharap, gamelan bisa lebih dikenal akrab oleh masyarakat, khususnya di kalangan milenial.
"Pengajuan ini diinisiasi oleh Prof Rahayu Supanggah (Almarhum) sejak 2017. Setelah melalui proses cukup panjang akhirnya bisa diakui oleh UNESCO pada 15 Desember 2021 lalu," tuturnya.
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming memberi dukungan penuh agar gamelan bisa makin akrab di kalangan anak muda.
Baca Juga:Bangga! Reog Ponorogo "Goes to Europe", Diajukan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO 2023
Sebagai perwakilan generasi milenial, Gibran mengatakan, salah satunya dengan meningkatkan guru gamelan di Solo mengingat banyaknya sanggar seni karawitan yang ada di Kota Bengawan.
"Sekarang yang perlu diperbanyak gurunya. Teman-teman mahasiswa ISI kalau bisa turun ke bawah ngajarin adik-adik kita (main gamelan)," pinta Gibran.
Gibran meminta secara langsung kepada Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna agar para mahasiswa turun ke tiap-tiap kelurahan untuk menularkan ilmunya, terutama karawitan dan gamelan.
"Saya minta tolong Pak Rektor ISI diperbanyak mahasiswa-mahasiswa yang turun ke bawah. Paling tidak di tiap kelurahan satu orang. Perlu diperbanyak, perlu didorong antusiasme adik-adik bermain gamelan," tegas Gibran beberapa waktu lalu.