Maruto itu artinya angin. Jadi dulu itu sebutannya kereta setan, karena tidak pakai kuda bisa berjalan.
Kanjeng Nuky mengatakan, ada berbagai versi mengenai keberadaan mobil pertama milik PB X pada sekitar tahun 1920-an.
Museum Louwman
Ada yang bilang direparasi, ada juga yang bilang dipinjam sampai Sinuhun PB X meninggal belum dikembalikan hingga sekarang.
Baca Juga:Mobil Ayla Terbakar di Jalinsum Kalianda, Pengendara Alami Luka Serius
"Keberadaan sekarang itu ada di Museum Louwman, Belanda. Tapi di sana terawat sekali," sambungnya.
Sinuhun PB X memiliki beberapa mobil tidak hanya mobil Kanjeng Kyai Maruto saja. Mobil Kanjeng Kyai Maruto itu jarang sekali dipakai oleh Sinuhun, yang sering dipakai itu mobil lainnya, seperti buat ke Pesanggrahan di Ampel dan ke Tawangmangu.
"Mobil Sinuhun PB X itu tidak hanya satu tapi memiliki lebih dari tiga mobil. Saya kurang hapal jenis mobil lainnya apa dan ada nama-namanya itu, sering dipakai," ungkap dia.
Karena mobil Kanjeng Kyai Maruto itu bisa dibilang dalam tanda kutip paling primitif.
Jadi mobil Kanjeng Kyai Maruto, beliau ingin mewujudkan simbol kekuasaan, kalau seorang Raja Jawa itu tidak kalah dengan orang Belanda waktu itu.
Baca Juga:Netizen Dibikin Melongo, Gen Halilintar Naik Mobil 'Papan Atas' Seharga Rp 3,5 Miliar
"Jadi beliau ingin menyiratkan kalau kita juga mampu, kita orang juga mampu. Makanya Sinuhun itu ada julukan Kaisar Jawa," tandasnya.