Muncul Dorongan Kota Solo Jadi Daerah Otonomi Khusus, Pemerhati Budaya: Pusatnya Kebudayaan Jawa

Usulan itu dimunculkan melihat wacana Kota Solo menjadi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) Kembali mencuat beberapa waktu terakhir.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 06 Juli 2022 | 13:58 WIB
Muncul Dorongan Kota Solo Jadi Daerah Otonomi Khusus, Pemerhati Budaya: Pusatnya Kebudayaan Jawa
Sejumlah prajurit Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari Lembaga Dewan Adat melakukan atraksi kirab di kawasan keraton setempat, Solo, Jawa Tengah, Minggu (26/6/2022). .ANTARA FOTO/Maulana Surya

SuaraSurakarta.id - Pemerhati Budaya Solo, BRM Kusumo Putro menilai, Kota Solo layak menjadi daerah otonomi khusus. Dia menjelaskan, otonomi khusus adalah perlakuan khusus bagi wilayah atau daerah karena karakteristik tertentu yang dimilikinya.

"Nah Kota Solo ini memenuhi unsur karakteristik tersebut. Solo itu adalah punjering atau pusatnya kebudayaan Jawa, bahkan Solo jauh lebih tua dari Jogja," kata Kusumo, Rabu (6/7/2022).

Usulan itu dimunculkan melihat wacana Kota Solo menjadi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) Kembali mencuat beberapa waktu terakhir.

"Untuk itu wilayah ini seharusnya diberikan otonomi khusus oleh Pemerintah Pusat agar upaya pelestarian budaya bisa berjalan dengan optimal. Saat ini budaya luhur bangsa kian terkikis karena kurangnya perhatian dari pemerintah," sambungnya.

Baca Juga:Solo Segera Revitalisasi Jembatan Mojo Pengubung Solo-Sukoharjo

Kusumo menjabarkan, otonomi khusus untuk pelestarian budaya bagi Kota Solo sangat penting untuk segera direalisasikan, karena selama ini anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota Solo masih sangat kecil.

"Ya, dana dari pemerintah masih sangat minim untuk pelestarian budaya, sehingga upaya pemerintah daerah untuk pelestarian budaya bangsa yang sangat adiluhung di Kota Solo saat ini belum sesuai harapan yang diinginkan warga Solo," tuturnya.

Dia mencontohkan, hingga saat ini Kota Solo tidak memiliki gedung kesenian, tidak mampu membiayai sanggar-sanggar tari tradisional terkait anggaran pelatihan, perlengkapan sanggar, anggaran event-event budaya dan sebagainya.

"Harapan saya, untuk pelestarian budaya bangsa, Pemerintah Pusat jangan pernah hitung-hitungan dalam pemberian anggaran. Berapa pun anggaran yang dibutuhkan harus diberikan, karena budaya adalah identitas Bangsa Indonesia," tegas BRM Kusumo Putro.

Baca Juga:Gibran Mediasi PGS dan Penyewa Terkait Kenaikan Biaya Servis Kios

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini