facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tegas! Kapolri Minta Tak Boleh ada Polarisasi di Masyarakat Jelang Pemilu 2024

Budi Arista Romadhoni Selasa, 05 Juli 2022 | 14:59 WIB

Tegas! Kapolri Minta Tak Boleh ada Polarisasi di Masyarakat Jelang Pemilu 2024
Ilustrasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [ANTARA]

Kapolri Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo menegaskan polarisasi di kalangan masyarakat tidak boleh lagi terjadi pada Pemilu 2024

SuaraSurakarta.id - Partai politik mulai disibukan dengan persiapan Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 mendatang. Pihak penegak hukum juga harus mulai mengantisipasi adanya polarisasi di masyarakat. 

Kapolri Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo menegaskan polarisasi di kalangan masyarakat tidak boleh lagi terjadi pada Pemilu 2024.

"Polarisasi tidak boleh lagi terjadi pada Pilpres, Pileg, dan Pilkada Serentak 2024," kata Kapolri saat Peringatan HUT Ke-76 Bhayangkara di Akademi Kepolisian Semarang, Selasa (5/7/2022).

Menurut dia, Pemilu 2019 menyisakan masalah yang masih dirasakan hingga saat ini, yakni polarisasi atau pecah belah antarmasyarakat.

Baca Juga: Bertekad Merahkan Jawa Barat, Puan Maharani: Asalkan Kita Solid

"Hal ini sangat berbahaya bagi keberagaman dan kemajuan Indonesia," katanya.

Ia menegaskan polarisasi tak boleh lagi terjadi pada Pemilu 2024 karena konflik sosial dan perpecahan akan menjadi kemunduran bagi Bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan Polri masih harus menghadapi banyak agenda nasional yang membutuhkan dukungan pengamanan ke depannya.

Ia mengatakan Polri harus mengawal pelaksanaan Pemilu 2024.

"Harus antisipasi dengan baik. Beri dukungan kamtibmas secara maksimal agar pesta demokrasi ini berjalan baik," katanya.

Baca Juga: Perubahan Selera, Publik Jenuh Sosok Pemimpin Sederhana Beralih ke Sosok Gagah Berwibawa

Peringatan HUT Ke-76 Bhayangkara di Akpol Semarang ini sendiri mengambil tema "Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh-Tangguh-Indonesia Tumbuh". [ANTARA]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait