Gejalanya Hampir Mirip, Ini Perbedaan Penyakit DBD, Tifus dan Malaria

Demam berdarahdengue(DBD), tifoid (biasa disebut tifus) dan malaria yang memiliki gejala hampir mirip, ini penjelasan dokter

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 01 Juli 2022 | 11:35 WIB
Gejalanya Hampir Mirip, Ini Perbedaan Penyakit DBD, Tifus dan Malaria
Ilustrasi sakit. Demam berdarah dengue (DBD), tifoid (biasa disebut tifus) dan malaria yang memiliki gejala hampir mirip, ini penjelasan dokter. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Adityo mengatakan salah satu yang dapat menjadi penanda demam tifoid adalah pola yang terbalik. Artinya, demam akan lebih tinggi pada malam hari dibandingkan pagi atau siang hari.

Lebih lanjut, Adityo mengatakan tifoid juga memiliki gejala yang berkaitan dengan pencernaan. Tak jarang, pasien akan mengeluh konstipasi atau susah buang air besar. Meski demikian, ada pula yang justru mengalami diare.

Sementara itu malaria merupakan penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

"Malaria memiliki gejala yang lebih khas. Kita mengenal trias malaria yang menjadi keluhan spesifik penyakit ini," tutur Adityo.

Baca Juga:Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue, Begini Cara Penanganan DBD yang Tepat

Adapun pola trias malaria tersebut, kata dia, adalah cold stage yaitu fase di mana pasien menggigil hebat, hot stage atau fase demam tinggi, dan sweating stage atau fase saat demam mulai berangsur turun tapi pasien akan sangat berkeringat.

"Berbeda dengan DBD, demam karena malaria akan turun dengan sendirinya meski tanpa obat," tutup Adityo. [ANTARA]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini