Sementara, Karutan Solo, Urip Dharma Yoga mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada warga binaan untuk memberikan skill bekerja.
Mengingat, ketika mereka bebas nanti dikhawatirkan akan susah untuk mendapatkan pekerjaan formal. Sehingga, kembali melakukan kejahatan dan berakhir di balik jeruji besi.
"Maka dari itu, kami membekali dengan kemampuan wiraswasta sehingg amampu bekerja secara mandiri. Jika beruntung, mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi rekan-rekannya yang pernah menjalani hukuman," kata Urip.
Pihaknya berharap, pelatihan barista yang digelar selama tiga hari terhitung sejak Rabu (22/6/2022) hingga Jumat (24/6/2022), mampu diserap oleh warga binaan. Sehingga mereka dapat mencari nafkah tanpa menggantungkan orang lain.
Baca Juga:Mengenal Tradisi Wiwit Kopi Masyarakat Kudus: Simbol Rasa Syukur Memulai Panen
"Mereka bisa terjerumus melakukan pidana karena faktor ekonomi. Jika hal itu bisa diatasi, maka kemungkinan besar mereka tidak akan kembali lagi kesini," harapnya.