Disinggung mengenai penerapan bekerja dari rumah untuk meminimalisasi lonjakan kasus yang tinggi, dikatakannya, sejauh ini belum masuk rencana pemerintah daerah.
"Belum ada rencana ke situ, kasus kita rendah sekali kok," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan penambahan jumlah kasus COVID-19 tersebut belum tentu akibat libur Natal dan tahun baru.
"Segala kemungkinan bisa, namun pasien tidak ada riwayat bepergian. Penambahan ini satu karena skrining, satu karena suspek," tegas Siti.
Baca Juga:Ngeri! Twindemic Influenza dan Covid-19 Ancam Sistem Kesehatan di Eropa