facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waduh! Fenomena Spirit Doll Bisa Berdampak Negatif ke Anak-anak

Budi Arista Romadhoni Minggu, 09 Januari 2022 | 18:10 WIB

Waduh! Fenomena Spirit Doll Bisa Berdampak Negatif ke Anak-anak
Ilustrasi Hukum Adopsi Spirit Doll dalam Islam (freepik)

Spirit doll tengah menjadi tren terbaru saat ini. Namun demikian, konten-konten tentang boneka yang menyerupai bayi tersebut berdampak negatif terhadap anak

SuaraSurakarta.id - Spirit doll tengah menjadi tren terbaru saat ini. Namun demikian, konten-konten tentang boneka yang menyerupai bayi tersebut berdampak negatif terhadap anak.

Psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto mengatakan anak yang terlalu banyak melihat konten spirit doll di media sosial dapat mempercayai keyakinan yang salah dan bertentangan dengan kenyataan.

Pasalnya, kata Kasandra, konten-konten yang beredar di media sosial belakangan ini kerap menampilkan orang-orang yang memperlakukan spirit doll seperti makhluk hidup.

"Karena otaknya yang belum berkembang penuh, anak-anak cenderung untuk mempercayai apapun yang dilihat baik secara online ataupun langsung," ujar Kasandra dikutip dari ANTARA Minggu (9/1/2021).

Baca Juga: Psikolog: Orang Anggap Spirit Doll sebagai Anak Alami Gangguan Mental

Meski demikian, lanjut dia, menonton tayangan spirit doll tidak serta merta mengembangkan delusi pada anak yang merupakan gangguan psikotik.

"Karena menjadi psikotik itu harus ada faktor genetik, pola asuh, dan tekanan atau trauma," imbuh Kasandra.

Oleh karena itu, orang tua berperan penting untuk mengawasi anak saat menonton konten apapun, termasuk konten spirit doll, di media manapun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat ini, spirit doll sedang sangat populer karena banyak artis atau figur publik yang memilikinya. Biasanya spirit doll berbentuk bayi dan para pemilik merawatnya layaknya anak sendiri.

Menurut Kasandra, banyaknya orang dewasa yang memiliki spirit doll juga dapat disebabkan karena mereka memiliki kebutuhan untuk memelihara atau merawat orang lain.

Baca Juga: Pemotor Jatuh dari Flyover Pesing, Hukum Adopsi Boneka Arwah

Selain itu, lanjut dia, adanya kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi, misalnya perasaan kesepian atau tidak memiliki banyak teman sehingga menggunakan spirit doll sebagai pengganti.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait