alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Halau Peserta Aksi 212, Polisi Sekat Pintu Masuk Kota Solo

Budi Arista Romadhoni Kamis, 02 Desember 2021 | 13:28 WIB

Halau Peserta Aksi 212, Polisi Sekat Pintu Masuk Kota Solo
4.000 personel ikuti upacara HUT Bhayangkara di lapangan Monas, Rabu (10/7/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Mengantisipasi datangnya peserta aksi 212 di solo raya, polisi pun sekat seluruh pintu masuk kota solo

SuaraSurakarta.id - Reuni Aksi 212 juga akan terjadi di Solo Raya. Namun aksi tersebut bakal dihalau oleh petugas kepolisian. 

Polres Kota Surakarta melakukan penyekatan enam titik pintu masuk kota untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan terkait digelarnya Reuni Aksi 212 Solo Raya yang akan digelar di Plaza Manahan Solo, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (2/12/2021). 

"Kami telah menyiapkan ratusan personel gabungan yang didukung TNI, Brimob Polda Jateng dan Polres Solo Raya untuk melakukan penyekatan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan massa karena kondisi masih pandemi COVID-19," kata Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, dikutip dari ANTARA di Mapolresta Surakarta.

Menurut kapolres, enam titik penyekatan di Solo antara lain Tanjung Anom dan Mojo batas Sukoharjo, Jurug, Mojosongo batas dengan Karanganyar, Kleco dan Tugu Mahkuto Karangasem.

Baca Juga: Cegah Aksi 212, Polisi Tutup Sejumlah Akses Jalan di Jakarta Malam Ini

Kapolres mengatakan pihaknya dan Satgas COVID-19 sebelumnya sudah jelas menyampaikan dengan panitia atau korlap rencana kegiatan Reuni 212 Solo Raya, yang akan digelat di Plaza Manahan Solo, tidak memberikan rekomendasi atau izin kegiatan tersebut.

Hal tersebut, kata Kapolres, dengan pertimbangan pandemi COVID-19 saat ini, dimana Kota Surakarta dalam tiga minggu terakhir ini, terjadi lonjakan kasus angkapositf harian. Solo masuk 12 daerah kabupaten dan kota di Jateng yang mengalami lonjakan yang signifikan.

"Hal ini, perlu menjadi perhatian bersama dan semua pihak. Atas dasar itu, Satgas Gugus Tugas Kota Surakarta tidak memberikan rekomendasi pelaksanaan di Plaza Manahan Solo maupun tempat-tempat terbuka lainnya," kata Kapolres.

Selain itu, Indonesia pada saat ini, sedang berada juga di tengah adanya temuan varien virus baru Omicron terdeteksi di Afrika. WHO mengatakan penyebarannya 1,3 kali lebih cepat dibanding virus sebelumnya.

"Semua tahu pada Juli 2021 pada saat mengalami gelombang kedua begitu luar biasa harus berjibaku mengantisipasi itu agar lonjakan CPVID-19 dapat ditekan, untuk menyelamatkan masyarakat kita," kata Kapolres.

Baca Juga: Resmi! Gibran Setujui Kenaikan UMK 2022, Upah Buruh di Kota Solo Naik Rp21.000

Oleh karena itu, pihaknya sudah mengarahkan kepada korlap atau panitia untuk menggelar di mesjid jika kegiatan doa bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku terkait kapasitas ruangan, jumlah peserta dan penerapan prokes lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait