facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nadiem Makarim Sebut Ada 3 Dosa yang Mengganggu Pendidikan di Indonesia

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 19 November 2021 | 10:34 WIB

Nadiem Makarim Sebut Ada 3 Dosa yang Mengganggu Pendidikan di Indonesia
Nadiem Makarim (Instagram/Kemdikbud.RI)

Nadiem Makarim menyebut terdapat 3 dosa yang mengganggu pendidikan di Indonesia

SuaraSurakarta.id - Terdapat tiga dosa besar yang membuat pembelajaran di bangku sekolah atau Pendidikan di Indonesia menjadi tidak kondusif menurut Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim itu menyebut tiga dosa besar itu adalah pertama soal intoleransi.

Menyadur dari Solopos.com, Nadiem menyebut intoleransi sebagai salah satu dari tiga dosa besar di dunia pendidikan Indonesia. Kemudian yang kedua yakni perundungan atau bullying dan terakhir soal kekerasan seksual.

Nadiem menilai tiga dosa besar itu membuat pembelajaran tidak kondusif. “Masa depan dia [korban] terancam dengan adanya trauma yang diakibatkan dosa besar tersebut,” tegas Nadiem , Jumat (19/11/2021).

Baca Juga: Hubungan Luar Nikah Marak, LDII: Permendikbud Jangan Terkesan Legalkan Zina

Nadiem mengatakan hubungan psikologis guru, orang tua, dan teman di kampus memegang peranan penting dalam keberlangsungan ekosistem pendidikan. Asesmen Nasional (AN), katanya, menjadi inisiatif Kemendikbud Ristek mewujudkan lingkungan belajar bebas diskriminatif.

Mekanisme AN melalui teknik sampling untuk mengambil data yang dibutuhkan. Nadiem mengklaim AN menghasilkan pemetaan objektif karena pertanyaan yang tersaji tidak hanya sebatas numerasi dan literasi, tetapi juga survei karakter dan lingkungan belajar.

Nadiem menyampaikan murid dan guru akan ditanyai mengenai nilai Pancasila dan tingkat keamanan mereka di lingkungan sekolah saat AN. Selanjutnya, program Kampus Merdeka dan pertukaran pelajar di dalam dan luar negeri menjadi bagian dari nilai-nilai keberagaman dan toleransi.

“Mereka [mahasiswa akan praktik langsung mengenai toleransi dalam kerukunan antaragama [dari program ini,” ujar lelaki yang juga menyandang status pengusaha itu.

Baca Juga: Nadiem Ancam Turunkan Akreditasi Kampus Tak Jalankan Permendikbud 30

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait