Para anggota arisan pun dibuat geram ketika JG tidak merespons tiap kali dihubungi. Pun ketika para anggota arisan mendatangi rumah JG tak pernah membuahkan hasil.
Para anggota arisan kian geram ketika mendengar kabar JG malah menyelenggarakan resepsi perikahan.
“Dia belum bayar utang tapi malah menggelar resepsi,” ujar anggota arisan lainnya, Ananda, yang ikut menggeruduk resepsi pernikahan JG di Mojosongo, Solo.
Terjadi Keributan
Baca Juga:Heboh Pesta Perkawinan Digeruduk Emak-emak, Karangan Bunganya Bikin Nyesek
Sempat terjadi keributan saat para perempuan anggota arisan itu mendatangi acara resepsi pernikahan tersebut. Keluarga pengantin berhasil mengusir para perempuan tersebut.
Namun, kehebohan tidak berhenti sampai di situ. Tak lama setelah insiden dengan para perempuan anggota arisan, petugas gabungan Satpol PP dan Polsek Jebres, Solo, giliran mendatangi lokasi resepsi.
Namun, kedatangan petugas gabungan tidak ada kaitannya dengan anggota arisan diduga fiktif yang diselenggarakan JG.
Petugas mendatangi acara resepsi perikahan di Mojosongo, Solo, itu setelah mendapat laporan dari masyarakat karena resepsi itu melanggar aturan PPKM.
Sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, warga Solo masih dilarang menggelar hajatan di rumah. Sedangkan resepsi pernikahan yang digelar JG di rumahnya, Mojosongo, Solo, mengundang sekitar 100 orang.
Baca Juga:Pengantin Ditagih Bayar Arisan, Ini Kronologi Resepsi Pernikahan yang Geger di Kota Solo
“Tenda pernikahan, kursi, dan perlengkapannya langsung kami minta bersihkan saat itu juga,” jelas Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan.